Rabu, 19 September 2018

Pengacara Sebut Saipudin Diperas dan Diancam Anggota DPRD Provinsi


Senin, 16 April 2018 | 14:01:38 WIB


Saipudin dan pengacaranya saat menyampaikan pembelaan dalam persidangan di Pengadilan Tipikor Jambi, Senin (16/4/2018)
Saipudin dan pengacaranya saat menyampaikan pembelaan dalam persidangan di Pengadilan Tipikor Jambi, Senin (16/4/2018) / Sahrial

JAMBI - Saipudin, mantan Asisten III Pemerintah Provinsi, mendapat giliran pertama menyampaikan nota pembelaan (pledoi) di muka majelis hakim dalam sidang yang digelar di Pengadilan Tindak Pidana Korupsi (Tipikor) Jambi, Senin (16/4/2018)

Tidak hanya Saipudin secara pribadi, penasehat hukumnya Mara Johan, juga menyampaikan nota pembelaan. Menurut Johan, kliennya tidak terbukti bersalah dalam dakwaan jaksa penuntut umum (JPU) Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK).

Berdasarkan fakta persidangan terungkap dari keterangan saksi Cornelis Buston dan saksi lainnya, bahwa permintaan uang ketok murni inisiatif dari anggota DPRD Provinsi Jambi yang dimotori oleh Elhelwi, serta adanya permintaan fee proyek 2 persen oleh unsur pimpinan.

"Permintaan itu diawali dengan beberapa kali pemanggilan oleh unsur pimpinan. Tidak ada keinginan dari terdakwa untuk menyuap, melaiankan mereka diperes, serta mengancam tidak akan menghadiri rapat paripurna," tegasnya.

Selain itu dia menilai bahwa unsur penyuapan tidak terpenuhi. Apa yang dialkukan oleh terdakwa, termasuk Arfan dan Erwan Malik, itu dilakukan karena tertekan dan terpaksa memenuhi permintaan dari anggota dewan.


Penulis: Sahrial
Editor: Ikbal Ferdiyal


TAGS:


comments