Rabu, 19 September 2018

Usai Dimintai Keterangan oleh Polisi, Ini Kata Dirut PDAM Tirta Batanghari


Senin, 16 April 2018 | 21:15:13 WIB


Dirut PDAM Tirta Batanghari, Abu Bakar Sidik, saat dikonfirmasi usai dimintai keterangan oleh penyidik Polres Batanghari, Senin (16/4/2018)
Dirut PDAM Tirta Batanghari, Abu Bakar Sidik, saat dikonfirmasi usai dimintai keterangan oleh penyidik Polres Batanghari, Senin (16/4/2018) / metrojambi.com

MUARABULIAN - Penyidik Tindak Pidana Khusus (Pidsus) Satuan Reserse Kriminal (Satreskrim) Polres Batanghari, Senin (16/4/2018), meminta terhadap Direktur Utama (Dirut) Perusahaan Daerah Air Minum (PDAM) Tirta Batanghari, Abu Bakar Sidik. Permintaan keterangan tersebut terkait pengusutan kasus dugaan mark up pada proyek nilai lebih kurang Rp 5 miliar di PDAM Tirta Batanghari.

Pantauan di lapangan, Abu Bakar dimintai keterangan mulai sekira pukul 11.30 WIB. Sempat istirahat siang, pemeriksaan kembali dilanjutkan dan selesai hingga sekira pukul 18.30 WIB.

Dikonfimasi usai dimiontai keterangan, Abu Bakar mengatakan jika ia memberikan keterangan dan klarifikasi terkait kegiatan hibah air minum perkotaan tahun 2017 lalu. Namun saat ditanya berapa banyak pertanyaan yang diajukan penyidik, Abu Bakar mengaku tidak ingat.

“Saya lupa, karena sambil menerangkan. Sementara ini saya sudah memberikan keterangan. Tinggal lagi dari pihak kepolisian,” ujar Sidik.

Selain Abu Bakar, dua orang pejabat PDAM Tirta Batanghari juga dimintai keterangannya oleh penyidik Polres Batanghari. Keduanya adanya Nurdin Sitanggang selaku Kabid Umum, serta Supran yang menjabat Kabid Teknik.

Sementara itu, Kasat Reskrim Polres Batanghari, Iptu Dimas Arki, mengatakan hari ini ada tiga orang yang dimintai keterangannya oleh penyidik. Ketiganya adalah Abu Bakar, Nurdin Sitanggang, dan Supran.

“Untuk Nurdin Sitanggang ada 58 pertanyaan yang diajukan, Supran 33 pertanyaan, dan kepada Dirut PDAM kita ajukan 25 pertanyaan,” kata Dimas.


Penulis: Chy
Editor: Ikbal Ferdiyal


TAGS:


comments