Minggu, 22 September 2019

Pangdam II/Sriwijaya dan Bupati Sarolangun Tinjau Kampung Terpadu SAD


Kamis, 26 April 2018 | 22:57:03 WIB


Bupati Sarolangun Cek Endra saat mendampingi Pangdam II/Sriwijaya Mayjen AM. Putranto meninjau pembangunan kawasan terpadu Suku Anak Dalam (SAD)
Bupati Sarolangun Cek Endra saat mendampingi Pangdam II/Sriwijaya Mayjen AM. Putranto meninjau pembangunan kawasan terpadu Suku Anak Dalam (SAD) / Luncai Hendri

SAROLANGUN -Rencana Pemerintah Kabupaten Sarolangun membangun kampung madani atau kawasan terpadu Suku Anak Dalam (SAD) di Kecamatan Air Hitam, mendapat dukungan penuh dari Pangdam II/ Sriwijaya  Mayjen TNI AM Putranto.

Pada Kamis (26/4) ini dia datang ke lokasi pembangunan kawasan terpadu SAD, di Desa Lubuk Jering, Kecamatan Air Hitam, Kabupaten Sarolangun, untuk peletakan batu pertama pembangunan masjid.

Pangdam mengatakan, program untuk membantu SAD sudah lama direncanakan sejak kunjungan pertamanya ke Sarolangun beberapa bulan lalu.

"Kami (bersama bupati) niatnya jalan-jalan, niat saya melihat bagaimana kondisi sebenarnya SAD.  Karena sudah 72 tahun kita merdeka, kok saya melihat tingkat kematian tinggi sekali," katanya.

Menurut Putranto, hal itu dikarenakan kehidupan SAD yang tinggal di sudung, dengan lingkungan yang tidak sehat. Karena hal itu, dia menggandeng Bupati Sarolangun Cek Endra untuk membuat satu terobosan untuk mensejahterakan kehidupan SAD. Ia mengaku mendapat dukungan dari Presiden, Kasad dan juga panglima TNI.

Untuk pembangunan kawasan terpadu ini, pihak Pemda Sarolangun telah membebaskan lahan seluas 10 hektare yang nantinya akan dibangun pusat pendidikan, layanan kesehatan, masjid, MCK, pusat pelatihan kerajinan-pertanian, balai pertemuan dan juga 57 rumah yang akan ditempati SAD yang ingin tinggal menetap.

Pangdam berniat merubah mindset SAD, agar tidak hidup nomaden lagi. Enam orang SAD yang menjadi prajurit TNI, lanjutnya, akan menjadi penyambung lidah untuk menyampaikan tujuan dibangunnya kawasan terpadu tersebut. Dengan dimilikinya KTP, warga SAD katanya, akan bisa merasakan bantuan dari pemerintah seperti Rastra dan sebagainya.

"Saya berharap dua, tiga bulan minimal 60 persen ini (kawasan terpadu) sudah jadi, " katanya.

Sementara Bupati Sarolangun, Cek Endra memberikan apresiasi penuh terhadap kepedulian Pangdam pada SAD di Sarolangun. Bupati menargetkan, pembangunan kampung madani tersebut bisa rampung pada tahun depan.

"Yang lebih penting lagi bagaimana kita melatih SAD untuk survive hidup, dengan pelatihan-pelatihan yang ada di sini. Itu tadi gunanya demplot-demplot," katanya.


Penulis: Luncai Hendri
Editor: Herri Novealdi


TAGS:


comments