Minggu, 22 September 2019

Selesaikan Konflik Harimau, UPTD KPHP Patroli Rutin


Jumat, 27 April 2018 | 10:48:30 WIB


Temuan jejak oleh warga yang diduga adalah jejak harimau
Temuan jejak oleh warga yang diduga adalah jejak harimau / istimewa

KERINCI - Untuk menyelesaikan konflik harimau dengan antar warga, Unit Pelaksana Teknis Daerah (UPTD) Kantor Pengelolaan Hutan Produksi (KPHP) unit I Kerinci, terus menggelar patroli rutin di daerah Renah Pemetik, terutama di Desa Lubuk Tabun, Kecamatan Siulak Mukai. 

Hal ini didasarkan atas kejadian beberapa waktu lalu, dimana kemunculan harimau di perkebunan warga dan harimau memangsa anjing milik warga.
Kepala UPTD KPHP Unit I Kerinci, Neneng Susanti mengakui pihaknya menerima informasi akan adanya teror harimau yang berkeliaran di lahan perkebunan yang dekat dengan permukiman warga Lubuk Tabun beberapa waktu lalu.

Atas kejadian tersebut pihak UPTD KPHP Unit I Kerinci, bekerjasama dengan BBTNKS Kerinci, FFI serta instansi terkait turun ke lokasi menggali informasi akan teror harimau tersebut.

"Kita sudah beberapa kali ke Lubuk Tabun, kita ingin tahu akan permasalahannya. Kita hadir bersama FFI, BBTNKS dan pihak lainnya," ungkapnya.Dikatakannya, saat ini langkah yang dilakukan pihaknya masih tetap melaksanakan patroli rutin dilokasi tersebut, untuk mengantisipasi akan kedatangan maupun masuknya harimau kelahan perkebunan milik warga bahkan sampai ke pemukiman milik warga Lubuk Tabun.

"Patroli rutin terus kita laksanakan, kita juga meminta warga bisa segera melaporkan jika harimau masih masuk ke perkebunan," terangnya.
Dijelaskannya, konflik harimau dengan warga Lubuk Tabun itu terjadi tidak terlepas dari kerusakan ekosistem dan habitat dari harimau yang sudah mulai rusak dan tidak bisa menjadi tempat tinggal harimau.

Permasalahan ini dikarenakan semakin maraknya pembukaan lahan baru di sekitar Renah Pemetik. Alhasil, aktivitas dari pembukaan lahan baru dengan menggunakan mesin membuat harimau terganggu, sehingga masuk ke lahan perkebunan bahkan ke permukiman milik warga Lubuk Tabun.

"Harimau turun karena habitatnya terganggu, ini tidak terlepas dari ulah manusia sendiri. Namun yang jelas kita akan berupaya menyelesaikan masalah ini, lagian saat ini tidak terdengar lagi informasi harimau yang turun ke perkebunan warga," jelasnya.


Penulis: Dedi
Editor: Ikbal Ferdiyal


TAGS:


comments