Selasa, 14 Agustus 2018

Soal Tanpa Jawaban dan Ada Dua Jawaban Sama

Permasalahan di Soal USBN Matematika SD

Sabtu, 05 Mei 2018 | 11:28:16 WIB


Guru pengawas memantau suasana ujian di SD Negeri 35 Jambi
Guru pengawas memantau suasana ujian di SD Negeri 35 Jambi / Jainal Abidin

JAMBI - Pelaksanaan Ujian Sekolah Berstandard Nasional (USBN) tingkat Sekolah Dasar (SD) telah memasuki hari kedua dengan mata pelajaran yang diujikan Matematika.

Tidak seperti mata pelajaran Bahasa Indonesia yang diujikan pada hari pertama, soal Matematika terdapat masalah seperti pilihan jawaban yang tidak benar hingga ada 2 jawaban yang benar, sehingga membingungkan siswa saat menjawab soal.

Hal ini dialami sejumlah sekolah di Kota Jambi seperti di SD Xaverius 2, Jelutung, Kota Jambi dan SD Negeri 35, Jelutung Kota Jambi.

"Permasalahan pada soal nomor 8, ada 2 jawaban yang sama, dan nomor 13 jawaban tidak ada yang benar. Makanya, sekolah berinisiatif membuat tambahan pilihan jawaban yang benar," ujar Wakil Kepala Bidang Kesiswaan SD Xaverius 2, M Haryadi, Jumat (4/5) kemarin.

Pelaksanaan ujian di SD Xaverius 2 sendiri diikuti 135 siswa Kelas VI yang dibagi menjadi 7 ruangan ujian dengan model kertas pensil, dengan pilihan soal ganda dan essai yang baru tahun ini diujikan.

"Jawaban essai bisa menjatuhkan atau mengangkat, karena 1 jawaban memiliki poin berbeda antara 6 atau 7," ujarnya.

Permasalahan serupa juga terjadi di SD Negeri 35. Hal ini diungkapkan Kepala SD Negeri 35, Trisnayeti. Menurutnya, ada 4 soal yang diujikan pada hari kedua terdapat masalah, hingga membingungkan siswa dan guru mata pelajaran bersangkutan.

"Kita pusing, mencari jawaban tidak ada, yakni soal Matematika nomor 13, 21, dan 22," ujarnya.

Pihaknya, kemudian memberikan kelonggaran siswa dalam menjawab soal tersebut, sehingga siswa dapat melanjutkan menyelesaikan soal ujian yang lainnya.

Sedangkan untuk jumlah yang mengikuti ujian, ada 39 siswa yang dibagi menjadi 2 ruangan, dan ditambah 7 siswa SD Insan Madani yang menumpang ujian sejak tahun lalu dengan ruangan ujian sendiri.

Berbeda dengan siswa SD Kanaan Global School (KGS) Jambi. Meskipun secara umum pelaksanaan ujian berjalan lancar, namun terdapat lembar LJK nya tidak terdapat skip jawaban, sehingga sekolah segera melapor ke Disdik dan segera mengganti LJK tersebut.

"Peristiwa ini hanya dialami satu siawa, sehingga kita langsung mengganti dengan yang baru," ungkap Eva Tantri Mahastri, selaku Kepala SD KGS Jambi.

Sekolah dengan 41 siswa Kelas VI sebagai peserta ujian ini tetap melakukan kegiatan belajar mengajar seperti biasanya untuk Kelas I hingga V, dan tidak mengganggu siswa lain yang sedang mengerjakan soal ujian.

"Kebetulan ruang kelas kita cukup, dan ruang ujian dengan ruang belajar berada di lantai berbeda, jadi tidak mengganggu," ungkapnya.
Sementara itu, di SD Negeri 212, pada hari pertama ujian, sebanyak 44 siswa mengikuti ujian dengan baik di 3 ruangan berbeda.

Hal ini diungkapkan Kepala SD Negeri 212, Halimah. "Alhamdulillah lancar dan siswa tidak ada yang cemas atau kuatir tidak bisa mengerjakan soal," sebutnya.

Menurutnya, hal ini karena pihaknya sudah melakukan persiapan sejak beberapa bulan lalu dengan pendampingan dan belajar tambahan yang dilakukan setiap hari. "Kita berharap hasil ujian memuaskan dan siswa lulus," katanya.


Penulis: Jainal Abidin
Editor: Ikbal Ferdiyal


TAGS:


comments