Kamis, 16 Agustus 2018

Ketua Umum PAN Zulkifli Hasan Singgung Kasus Zumi Zola, Ini Katanya


Kamis, 10 Mei 2018 | 10:49:21 WIB


Zulkifli Hasan saat memberikan kuliah umum di kampus STIE Muhammadiyah Jambi, Kamis (10/5/2018)
Zulkifli Hasan saat memberikan kuliah umum di kampus STIE Muhammadiyah Jambi, Kamis (10/5/2018) / Metrojambi.com

JAMBI - Dalam kuliah umumnya di STIE Muhammadiyah Jambi, Kamis (10/5) pagi, Ketua DPP PAN Zulkifli Hasan sempat menyinggung kasus yang kini menjerat Zumi Zola Zulkifli. Ia mengatakan, Zumi Zola ditangkap KPK bukan karena menjadi kepala daerah yang paling jelek di Indonesia.

"Seperti Zola, bukan karena paling jelek. Banyak lebih jelek, belum ketahuan saja," kata Zulkifli.

Ia mengatakan ini karena ada masalah di sistem negara. Ia pun menanyakan kepada calon kepala daerah apakah bisa terpilih tanpa uang? Tentu tidak.

"Di Jawa Timur saja, butuh 100 ribu saksi. Dari mana uangnya untuk membayarnya," kata Zulkifli.

Ia mengatakan saat ini sistem negara kita partai tidak boleh mencari uang. "Partai ngga boleh cari uang, tapi negara ngga memberikan jaminan untuk partai. Pilkada butuh bayar saksi. Gaji bupati hanya Rp 6 juta. Tapi tidak boleh terima komisi," katanya.

Karena itu, perlu ada pembenahan sistem. Di amerika, politisi boleh menerima sumbangan. Di Amerika latin, parpol dibiayai negara, tak boleh sumbangan.

Di Swiss, anggota parlemen tidak digaji tapi boleh berbinis. Bagi dokter dan pengacara tetap menjalankan tugasnya.

Di Indonesia, kondisi sistem negara inilah yang melahirkan politik transkasional. Saat ini menjadi penguasa menjadi  jalan singkat menjadi kaya dan menjadi raja.

"Kalau tidak dihentikan ini bahaya. Mengajarkan rakyat korupsi sedikit, sembako yang menghancurkan negara. Sistemnya dibenahi, rakyatnya diberikan pendidikan," tandasnya.


Penulis: Khusnizar
Editor: Khusnizar


TAGS:


comments