Jumat, 17 Agustus 2018

Ojie Sebut Pemerintah Lalai Terkait PETI dan Perambahan Hutan di Merangin, Ini Jawaban Haris


Minggu, 13 Mei 2018 | 01:34:30 WIB


Tiga pasangan calon kepala daerah saat mengikuti debat publik Pilkada Merangin, Sabtu (12/5/2018) malam
Tiga pasangan calon kepala daerah saat mengikuti debat publik Pilkada Merangin, Sabtu (12/5/2018) malam / Metrojambi.com

BANGKO - Salah satu tema yang diangkat dalam debat publik Pilkada Merangin malam ini, Sabtu (12/5/2018), adalah permasalahan penambangan emas tanpa izin (PETI) dan perambahan hutan di kawasan Taman Nasional Kerinci Seblat.

Calon bupati Merangin nomor urut 1 Ahmad Fauzi Ansori, menyalahkan pemerintah terkait maraknya PETI dan perambahan tersebut. Pria yang akrab disapa Bang Ojie itu mengatakan, markanya PETI maupun perambahan yang berdampak pada kerusakan hutan, terjadi karena kelalaian pemerintah.

"Kerusakan terjadi sejak sepuluh tahun lalu di mana masa kepemimpinan bapak (Nalim dan Al Baris, red). Ini harus diperbaiki, dan kami memiliki komitmen terhadap masalah PETI dan Perambahan Hutan," kata Ojie dalam debat publik yang berlangsung di gedung DPRD Merangin.

Menanggapi pernyataan Ojie tersebut, Al Haris yang merupaakan calon petahana mengatakan jika kedua permasalahan tersebut sudah ditangani. Calon bupati nomor urut 2 itu bahkan mengatakan perambahan hutan dan PETI di Merangin saat ini sudah mulai berkurang.

"Kami sudah berusah secara maksimal. Perambahan sudah berkurang. Persolan PETI, kami sudah membuat pakta integritas kepada kades di deluruh desa di Merangin. Ini tinggal bagaiman kades mengemban amanah masyarakat," terang Haris.

"Persoalan PETI juga bisa diselesaikan oleh penegak hukum. Semuanya sudah dilakukan," ujarnya lagi.


Penulis: Andi
Editor: Ikbal Ferdiyal


TAGS:


comments