Selasa, 14 Agustus 2018

Warga Sumbar Ditangkap Saat Jual Emas Diduga Hasil Penambangan Ilegal


Senin, 14 Mei 2018 | 11:19:40 WIB


Dua pelaku dan barang bukti emas diduga ilegal
Dua pelaku dan barang bukti emas diduga ilegal / Andi Kurniawan

BANGKO - Dua warga asal Sumatera Barat (sumbar) tertangkap polisi hendak menjual emas yang diduga hasil Penambangan Emas Tanpa Izin (PETI).

Kedua pelaku yang diketahui bernama Ahmad Drianur (40) warga Dhamasraya dan Donika Saputra (32) warga Singkarak Kabupaten Solok ditangkap pada Sabtu (11/05) lalu sekira pukul 10.00 WIB.

Keduanya pelaku ditangkap di toko Emas Pasar Baru Bangko, Kelurahan Pematang Kandis saat membawa emas seberat 1 kg lebih. Emas itu hendak dijual di Kota Bangko Kabupaten Merangin.

Kapolres Merangin AKBP I Kade Utama, mengatakan, kedua pelaku merupakan orang yang mau menjual emas dari Solok Selatan, Provinsi Sumatera Barat.

"Infomasi dari pengakuan pelaku barang ini dari Solok Selatan lebih satu kilo. Penangkapan setelah adanya kita mendapat laporan, kalau dinominalkan lebih kurang sekitar lima ratus juta rupiah," kata Kapolres Merangin.

Lanjutnya, kedua pelaku akan dikenakan pasal 161 undang-undang RI nomor 4 Tahun 2009 dengan ancaman maksimal 10 tahun penjara atau denda satu miliar.

"Ada sembilan keping emas yang terbungkus dalam plastik, mereka membeli dari penambang emas di wilayah Solok," pungkas Kapolres.
 
Sementara pengakuan Ahmad Rianus, bahwa Doni ternyata pernah kerja di Merangin, dan memahami tentang cara menjual emas. Pelaku mengaku membeli emas dari Solok Selatan Sumatra.

Selain itu, pelaku membeli emas sendiri dari penambang. Dia tergiur menjual emas di Merangin karena harganya yang lebih mahal dari daerah lain. “Pelaku mengaku sudah dua bulan berbisnis emas, sebelum tersangka mengaku hanya bekerja sebagai petani,” ungkapnya.


Penulis: Andi Kurniawan
Editor: Ikbal Ferdiyal


TAGS:


comments