Kamis, 16 Agustus 2018

Percepat Pembangunan Melalui Program Bangkit Berdaya dan Kampung Bantar

Inovasi Mendunia, Kota Jambi Go Internasional

Selasa, 15 Mei 2018 | 11:51:37 WIB


Kampung Bantar
Kampung Bantar / Amril Hidayat

JAMBI - Inovasi dewasa ini sudah menjadi suatu kebutuhan bahkan sebuah keniscayaan bagi kepala daerah dalam menjalankan roda pemerintahannya. Geliat dan spirit birokrasi akan menjadi semakin laju dan padu mencapai visi dan misi.

Setidaknya hal itu sudah mencerminkan kondisi Pemerintahan Kota Jambi saat ini. Berbagai inovasi terus dibangun jajaran Pemerintah Kota Jambi guna mengimplementasikan programnya ditengah-tengah masyarakat.

Untuk mendorong itu, bahkan Wali Kota Jambi non aktif Syarif Fasha pada awal tahun 2015 lalu sudah mencanangkan program One Institution one Innovation (1 institusi minimal harus melahirkan 1 inovasi).

Dari sekian banyak inovasi yang lahir dari jajaran Pemerintah Kota Jambi, salah satunya adalah inovasi unggulan pemberdayaan masyarakat, yaitu program Bangkit Berdaya dan Kampung Bantar.

Kampung Bantar (Bersih, Aman dan Pintar) dan Bangkit Berdaya (Bangun Kelurahan Secara Intensif Dan Terpadu Berasaskan Swadaya). Kedua program ini memiliki konsep pelibatan secara aktif peran masyarakat, sejak dari perencanaan, pelaksanaan, pengendalian dan pengawasan.

Program ini berdampak langsung pada kebersamaan, gotong royong, sosial, ekonomi, fisik dan infrastruktur sarana prasarana dan utilitas lingkungan.

Khusus untuk program Bangkit Berdaya yang sudah dirasakan manfaatnya di 11 kecamatan dalam Kota Jambi ternyata saat ini telah mendunia, dikenal luas secara internasional dan diakui sebagai inovasi sosial inspiratif di bidang pemberdayaan partisipasi masyarakat. Bangkit Berdaya mampu membawa nama Tanah Pilih Kota Jambi mendunia, dan memperoleh penghargaan Internasional karena sukses menggerakan partisipasi masyarakat perkotaan dalam pembangunan.

Pengakuan dunia internasional tersebut ditandai dengan diterimanya penghargaan IOPD (International Observatory on Participatory Democracy) Awards Recognition 2017, yang berlangsung dalam acara 17th Conference IOPD yang di Montreal Quebec Kanada, 2017 lalu.

Penghargaan itu sekaligus menempatkan Kota Jambi sebagai 30 besar kota terbaik dari 7000 kabupaten/kota di dunia yang memiliki inovasi sosial inspiratif, yang secara khusus mengedepankan peran serta dan partisipasi komunitas masyarakat.

IOPD menilai inovasi Bangkit Berdaya dapat menjadi role model bagi pengalaman demokrasi partisipatif dalam skala lokal di tataran dunia internasional, tanpa ada kelompok masyarakat yang dikecualikan.

Hal itu sangat beralasan karena di beberapa wilayah di dunia, partisipasi warga dalam kehidupan demokrasi hampir tidak banyak terlihat.

Sehingga sangat tepat inovasi Bangkit Berdaya menjadi inovasi kreatif dalam penguatan peran masyarakat tanpa pengecualian, selain juga dinilai sangat efektif dalam mengakselerasi pembangunan utilitas dan infrastruktur masyarakat, berdasarkan partisipasi masyarakat (gotong royong) secara tepat sasaran, tepat waktu dan efektifitas penggunaan anggaran.

Dalam program ini, warga masyarakat memanfaatkan Bangkit Berdaya untuk membangun jalan lingkungan rabat beton dan sebagainya. Melalui program itu, Pemkot memberikan bantuan material pembangunan yang selanjutnya akan dilaksanakan pekerjaannya secara gotong royong oleh warga.

Warga RT 26 Kelurahan Paal Merah, Asni menyebutkan bahwa jalan di tempatnya sudah tidak becek lagi. Dulu kata dia, kendaraan sulit lewat di tempatnya karena jalannya rusak. Namun kini berkat Bangkit Berdaya, jalan tersebut sudah di cor beton.

"Rata-rata jalan kami sudah cor, tinggal sedikit lagi yang belum tapi masih bagus kondisinya," katanya.

Senada dengan Asni, Ketua RT 26 Kelurahan Paal Merah, Nasrun, mengatakan bahwa di wilayahnya sudah merasakan program Bangkit Berdaya itu sejak tahun 2016 lalu. Dimana pada saat itu warga mengajukan pengecoran jalan sepanjang 150 meter dan lebar 4 meter.

Pada saat itu, warga bergotong-royong membangun jalan tersebut. Hingga kini jalan itu masih terlihat sangat bagus, karena berkonstruksi cor beton. Selain itu masyarakat juga merasa memiliki dengan tidak melewati jalan tersebut dengan muatan yang berlebihan.

"Mungkin masyarakat merasa memiliki karena mereka yang membangun jalan ini sendiri, sehingga mereka tidak ingin jalannya cepat rusak," kata Nasrun, Selasa, (8/5).

Nasrun menambahkan tahun 2018 ini wilayahnya juga mendapat alokasi Bangkit Berdaya dengan usulan pembangunan jalan cor sepanjang 100 meter.

"Selain dari bangkit berdaya kami juga banyak mendapatkan alokasi pembangunan dari dinas PU sehingga rata-rata jalan di wilayah kami sudah dicor, pokoknya kami merasa memang tinggal di perkotaan, karena jalan sudah lebar, lampu penerangan juga sudah dipasang," katanya.

Sementara itu Ketua RT 15 Kelurahan Eka Jaya, Kecamatan Palmerah, Sutambah mengatakan bahwa wilayahnya sudah masuk dalam program Kampung Bantar. Bahkan wilayahnya menjadi juara 1 dalam perlombaan tersebut.

"Kami juara 1 lomba Kampung Bantar tahun 2017, dan mendapatkan hadiah Rp10 juta dari Pemkot Jambi. Saat ini Kami sedang mempersiapkan untuk Kampung Bantar Kencana tahun 2019," katanya.

Kata Sutambah, selain menjadi juara 1 lomba Kampung Bantar wilayahnya juga menjadi juara 1 Taman Swadaya terbaik. Di wilayahnya juga sudah terdapat Pos Kamling dan Balai Pertemuan. "Puskesmas Pembantu juga ada di sini," katanya.

Selain Kampung Bantar, program Bangkit Berdaya juga sangat membantu masyarakat. Di mana warga masyarakatnya bergotong-royong membangun infrastruktur di wilayahnya, seperti Balai Pertemuan, gotong royong membersihkan drainase, tempat ibadah, pekarangan dan lain-lain. Selain itu warga di sana juga aktif menggelar pengajian, kegiatan Pemuda dan lainnya.

Pada tahun 2018 ini, RT 15 juga mendapat alokasi pembangunan dari dinas PU dengan pembangunan jalan Cor beton dan Jalan aspal.

"Kalau pembangunan di tempat kami ini sejak tahun 2016 sangat banyak sekali, mulai jalan, drainase, dan lampu penerangan jika sudah dipasang," ujarnya.

Sementara itu Ketua Fraksi PDIP DPRD Kota Jambi Junedi Singarimbun mengatakan bahwa program Kampung Bantar dan Bangkit Berdaya sangat bagus. Hal ini karena menumbuhkan nilai gotong royong di tengah masyarakat, dimana pemerintah hanya memberikan bahan infrastruktur, sementara pengerjaan dilakukan oleh masyarakat.

"Kalau tidak salah program Bangkit berdaya itu, masyarakat bisa mengusulkan infrastruktur tak lebih dari Rp50 juta," katanya.

Dia mengatakan ke depan untuk infrastruktur yang tidak membutuhkan biaya besar, diharapkan bisa didanai menggunakan Bangkit Berdaya. Sehingga masyarakat tak perlu menunggu lama karena harus diusulkan melalui Musrenbang.

"Misalnya ada jalan rusak sepanjang 100 meter. Usulkan saja melalui Bangkit Berdaya, nanti dikerjakan oleh masyarakat sehingga tak perlu waktu lama," katanya.

Sementara itu, data dari Badan Perencanaan Pembangunan Daerah  (Bappeda) Kota Jambi, disebutkan bahwa anggaran Program Bangkit Berdaya yang di gagas Pemerintah Kota Jambi terus meningkat dari tahun ke tahun. Program ini digulirkan pertama kali sejak 2015.

Pada saat itu pilot project-nya di anggarkan Rp500 juta. Tahun kedua (2016,red) anggarannya ditingkatkan menjadi Rp4 miliar. Dan menginjak tahun ketiga (tahun 2017,red) anggaran Program Bangkit Berdaya menjadi Rp6,4 miliar, dan pada tahun 2018 ini, pemerintah kembali menganggarkan Rp6,4 miliar sama seperti tahun 2017.

Total pemerintah Kota Jambi telah menggulirkan dana sebesar Rp 17,3 miliar untuk program bangkit berdaya. Pemerintah menargetkan anggaran Bangkit Berdaya Rp10 miliar, atau per kecamatan Rp1 miliar.

Melalui Program Bangkit Berdaya pada Tahun 2016 telah dilaksanakan pekerjaan Pembangunan Jalan Setapak Rabat Beton sepanjang 12.606 meter,  drainase sepanjang 6.591 meter, jembatan kayu sebanyak 2 unit, dan 32 unit poskamling yang tersebar di seluruh Kecamatan dalam Kota Jambi.

Tahun 2018 usulan Program Bangkit Berdaya yang digagas Walikota Jambi non aktif Syarif Fasha mencapai 5.600 usulan. Ini meningkat drastis dari tahun 2017 yang hanya 3.300 usulan.

Terkait dengan Kampung Bantar, untuk memberikan apresiasi dan motivasi kepada masyarakat, Pemerintah Kota Jambi melakukan penilaian dan memberikan reward kepada Kampung Bantar terbaik sesuai dengan kategorinya.

Penilaian kampung Bantar tahun 2018 dialokasikan sebanyak 65 RT.  Sejauh ini pembinaan terus dilaksanakan  melalui pemberdayaan masyarakat yang dikoordinir antar kelurahan, ketua RT dan sarjana pendamping kampung Bantar serta tokoh- tokoh masyarakat. (hms/adv)


Penulis: Amril Hidayat
Editor: Ikbal Ferdiyal


TAGS:


comments