Kamis, 16 Agustus 2018

Pemkot Jambi dan FKUB Kutuk Aksi Teror


Selasa, 15 Mei 2018 | 17:07:15 WIB


Pj Walikota Jambi M Fauzi bersama FKUB
Pj Walikota Jambi M Fauzi bersama FKUB / Amril Hidayat

JAMBI- Terkait, kejadian ledakan bom oleh teroris di Surabaya, Pemerintah Kota Jambi bersama Forum Kerukunan Umat Beragama Kota Jambi (FKUB) menyatakan sikap tegas terhadap kejadian tersebut.

Hal ini disampaikan langsung oleh M. Fauzi bersama seluruh perwakilan lima tokoh agama di Kota Jambi, di ruang utama kantor Walikota Jambi.

Pernyataan sikap Pemkot dan FKUB Kota Jambi diantaranya pertama mengutuk keras tindakan aksi teror bom rumah ibadah di Surabaya dan rumah susun di Sidoarjo serta Polrestabes Surabaya yang mengakibatkan jatuhnya korban jiwa.

Kedua, menyampaikan rasa bela sungkawa yang sedalam-dalamnya kepada para korban dan keluarga korban atas musibah yang sedang dialami.

Ketiga, mendukung sepenuhnya upaya pemerintah dan aparat keamanan untuk mengusut tuntas tindakan terorisme tersebut agar tidak terulang lagi.

Keempat, mengajak seluruh warga Kota Jambi untuk bersatu padu menahan diri untuk tidak terprovokasi serta terus menggalang solidaritas kemanusiaan sekaligus menolak segala bentuk kekerasan. Dan sikap kelima adalah meningkatkan kewaspadaan terhadap ancaman terorisme dengan tetap memelihara kerukunan antar umat beragama di kota Jambi demi terciptanya toleransi yang lebih baik.

“Ini merupakan sikap dan pernyataan Pemkot Jambi bersama FKUB Kota Jambi terhadap kejadian teror di Kota Jambi,” beber Fauzi.

Pernyataan sikap ini juga dihadiri oleh C. Mujito, perwakilan dari Katholik, Lippan Pasaribu, Kaban Kesbangpol Kota Jambi, Rudi Zhang dari
perwakilan umat Buddha, Rahmadi perwakilan dari umat Islam dan Husin Abdul Wahab ketua FKUB Kota Jambi.

M. Fauzi menambahkan bahwa pihaknya atas nama pemerintah kota Jambi bersama pengurus Forum Kerukunan Umat Beragama Kota Jambi bersama ini menyatakan sikap untuk mengutuk keras aksi terorisme yang ada di Indonesia.

Akibat kejadian tersebut, menurutnya pengamanan di beberapa kawasan di Kota Jambi diperketat. Diantaranya seperti di rumah ibadah, mall, sekolah dan titik keramaian lainnya.

“Meskipun Kota Jambi termasuk kota teraman di Indonesia, namun karena kejadian ini, tentu kami merapatkan barisan bersama unsur Forkompinda dan forum umat beragama. Kewaspadaan sudah dimulai sejak kemarin hingga saat ini agar kota bisa meningkatkan kewaspadaan atas teror tersebut,” bebernya.

Dikatakan Fauzi bahwa selain itu, Pemkot juga akan menerjunkan petugas Satpol PP untuk berjaga jaga dibeberapa rumah ibadah dan pusat keramaian. “Yang tidak kalah pentingnya kita juga minta para tokoh agama yang tergabung didalam FKUB ini untuk berkoordinasi dan menyampaikan pesan damai kepada seluruh umatnya agar tidak terpancing dan terprovokasi dengan kejadian ini.

Apalagi saat ini kita akan memasuki bulan suci Ramadan dan tidak lama lagi kita akan melaksanakan Pilkada. Jika ada warga yang merasa mencurigakan hal tertentu, bisa langsung lapor. Baik di mall, sekolah, bandara juga titik kumpul masyarakat lainnya. Ini agar tidak terjadi hal  yang tidak kita inginkan,” bebernya. Sementara itu menurut C. Mujito, ketua DPP Gereja Katolik St. Gregorius agung Pall lima yang juga tokoh masyarakat Katolik mengungkapkan rasa terima kasih terhadap perhatian pemerintah dan aparat yang telah menjaga secara ketat gereja yang ada di Kota Jambi. “Kami bersyukur Kapolres bersama Babinsa, TNI propos telah menjaga gereja kami bahkan dari pagi hingga malam hari. Ini tanda perhatian pemerintah kepada kami,” bebernya.

Dikatakannya bahwa dengan aksi terorisme ini, pihaknya tidak merasa takut. Namun tetap meningkatkan kewaspadaan. “Kami tidak merasa takut dan kami tetap melaksanakan ibadah dengan khusuk. Namun tetap meningkatkan kewaspadaan. Jika terjadi hal yang mencurigakan langsung lapor,” bebernya.


Penulis: Amril Hidayat
Editor: Ikbal Ferdiyal


TAGS:


comments