Kamis, 16 Agustus 2018

Mantan Napi Ungkap Ada Praktik Pungli di Lapas Bangko, Ini Pengakuannya...


Selasa, 15 Mei 2018 | 20:48:45 WIB


Lembaga Pemasyarakatan Klas IIB Bangko
Lembaga Pemasyarakatan Klas IIB Bangko / metrojambi.com

BANGKO – Praktik Pungutan Liar (Pungli) diduga terjadi di Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Kelas II B Bangko. Salah satu mantan warga binaan, mengaku menjadi korban Pungli oknum petugas.

Pria yang minta indentitasnya tak disebutkan itu menuturkan, ada beberapa modus pungutan yang dilakukan oleh oknum petugas Lapas kepada para warga binaan.
Salah satu modus Pungli, yaitu soal “jual beli” ruangan.

Bagi warga binaan yang tinggal di blok dan ingin pindah ke ruang bebas, maka mereka diminta pindah dengan besaran bervariasi, antara Rp 1 juta hingga Rp 3 juta.

"Kamar yang sering menjadi ladang pungli oknum di sana yaitu kamar bebas, antara lain kamar 1C, kamar 3B, 6A dan 2A. Bagi warga binaan yang ingin masuk ke kamar bebas diminta uang oleh oknum petugas, dari 1 juta hingga 3 juta rupiah," ungkapnya.

Selain biaya pindah kamar sebut sumber, warga binaan di blok Lapas tersebut juga sering dimintai sejumlah uang. Alasannya bermacam-macam, seperti untuk membeli mesin air dan sebagainya.

"Untuk warga di blok juga dibebani biaya lampu sebesar Rp 100 ribu perbulan untuk satu orang. Padahal setahu kami itukan ada anggarannya," ujarnya lagi.

Ia mengaku bahwa dirinya juga ikut merasakan harus membayar sewa listrik dan air selama menjalani hukuman di Lapas Kelas II B Bangko. "Saya juga termasuk korban bayar pindah kamar di LP Bangko itu," ungkapnya.

Terkait soal biaya listrik dan air yang dibebankan kepada warga binaan. Dia menyebutkan, tidak sedikit warga binaan yang mempertanyakan hal itu. Hanya saja mereka tidak berani untuk mempersoalkannya.

"Soal biaya lampu (listrik, red) masa napi yang harus bayar, lalu ke mana anggarannya. Bahkan masih banyak modus pungli lainnya di sana," ungkapnya.

Anehnya, kata sumber, aksi tersebut seolah sengaja dibiarkan. Sebab aksi ini sudah cukup lama terjadi, namun sejauh ini dibiarkan begitu saja. "Sebab sudah cukup lama berlangsung hal seperti ini," tambahnya.

Kepala Lembaga Pemasyarakatan (Kalapas) Kelas II B Bangko, Kodir dikonfirmasi terkait informasi tersebut, mengaku belum mendengar adanya informasi maupun laporan terkait dugaan Pungli tersebut.

"Sejauh ini yang saya lihat kinerja jajaran petugas, baik KPLP maupun yang lainnya baik-baik saja. Saya belum mendapat informasi adanya hal seperti itu," ungkap Kodir dihubungi via telepon, Selasa (15/5/2018).

Terkait adanya isu jual beli kamar yang terjadi di Lapas yang dipimpinnya, Kalapas menyebut hal itu tidak masuk akal, sebab kamar yang ada di lapas semuanya sama. "Kita juga di sini tidak ada kamar khusus, semuanya sama saja," ujarnya.


Penulis: Andi
Editor: Ikbal Ferdiyal


TAGS:


comments