Selasa, 14 Agustus 2018

Muhammadiyah Lebih Dulu Menetapkan Awal Puasa


Selasa, 15 Mei 2018 | 19:15:11 WIB


Wakil Ketua PW Muhammadiyah Provinsi Jambi Arman Safaat saat ikut memantau hilal
Wakil Ketua PW Muhammadiyah Provinsi Jambi Arman Safaat saat ikut memantau hilal / Metrojambi.com

JAMBI - Muhammadiyah telah lebih dahulu menetapkan hari pertama puasa 2018. Hasil ketetapan Muhammadiyah jatuh pada tanggal 17 Mei 2017.

Wakil Ketua PW Muhammadiyah Provinsi Jambi, Arman Syafaat, mengatakan bahwa pada penetapan awal puasa sebenarnya sama saja. Ini karena dalam hadist nabi yang diriwayatkan Bukhari menyebutkan, pergantian bulan terjadi apabila sudah tidak melihat bulan.

Menurut perhitungan hisab yang digunakan Muhammadiyah, di Jogjakarta pada pukul 15.00 WIB ketinggian bulan -0 derajat, artinya Bulan Sakban dipenuhkan.

"Sesuai dengan hadist Rasulullah jika tidak tidak melihat bulan maka penuhkanlah 30 hari Bulan Sakban," katanya.

Menurut dia, dalam menentukan awal puasa ada dua metode yakni rukyat dan hisab. Rukyat adalah metode menetukan awal puasa dengan melihat menggunakan mata telanjang dibantu dengan alat. Sedangkan hisab adalah metode menetukan awal puasa dengan menggunakan perhitungan ilmu astronomi dan dibantu alat.

"Tidak ada perbedaan sebenarnya, hanya penetapan hari saja," pungkasnya.


Penulis: Sharly
Editor: Herri Novealdi


TAGS:


comments