Selasa, 14 Agustus 2018

Duduk Diapit Tiga Pimpinan DPRD, Erwan Ngaku Terpaksa Berbohong


Rabu, 16 Mei 2018 | 11:28:15 WIB


Mantan Plt Sekda Provinsi Jambi bersama tiga pimpinan DPRD Provinsi Jambi saat bersaksi di persidangan kasus suap pengesahan RAPBD Provinsi Jambi tahun 2018 dengan terdakwa Supriyono, Rabu (16/5/2018)
Mantan Plt Sekda Provinsi Jambi bersama tiga pimpinan DPRD Provinsi Jambi saat bersaksi di persidangan kasus suap pengesahan RAPBD Provinsi Jambi tahun 2018 dengan terdakwa Supriyono, Rabu (16/5/2018) / Metrojambi.com

JAMBI - Lima saksi kasus suap uang ketok palu pengesahaan RAPBD Provinsi Jambi tahun 2018 hari ini, Rabu (16/5/2018), hadir memenuhi panggilan jaksa KPK untuk memberikan ketetangan bagi terdakwa Supriyono, anggota DPRD Provinsi Jambi.

Namun dari lima saksi dipanggil, mantan Plt Sekda Erwan Malik, yang juga merupakan terdakwa dalam kasusu ini diminta keterangan terlebih dahulu, bersama Ketua DPRD Provinsi Cornelis Buston dan dua wakilnya, AR Syahbandar dan Chumaidi Zaidi.

Kepada jaksa, Erwan mengatakanbvahwa benar ada permintaa uang ketok palu. Menurut Erwan, ada dua macam permintaan terkait pengesahan APBD itu. "Untuk anggota uang ketok palu, dan untuk unsur pimpinan minta fee proyek," kata Erwan.

Diungkapkan Erwan sebelum uang itu diberikan, dirinya terus ditanya. Akhirnya, kata Erwan, dirinya terpaksa berbohong dengan mengaku belum ketemu gubernur.

"Katanya waktu sudah mepet, saya bilang saya belum ketemu gubernur. Saya terpaksa berbohong," ungkap Erwan.


Penulis: Sahrial
Editor: Ikbal Ferdiyal


TAGS:


comments