Sabtu, 22 September 2018

Menag: Mari Hormati Mereka yang Bercadar


Rabu, 16 Mei 2018 | 16:39:42 WIB


Menteri Agama Lukman Hakim Saifuddin
Menteri Agama Lukman Hakim Saifuddin / istimewa

JAKARTA - Menteri Agama Lukman Hakim Saifuddin meminta masyarakat untuk terus mengedepankan sikap toleransi dan menghormati terhadap penggunaan cadar.

"Mari kita hormati mereka yang bercadar, seperti kita menghormati mereka-mereka yang menggunakan atribut lain di muka umum," kata Lukman ditemui di Masjid Istiqlal, Jakarta usai menghadiri Silaturahim Kebangsaan Pembinaan Ideologi Pancasila, Rabu.

Menurut Lukman, penggunaan cadar merupakan hak dari masyarakat terutama berkaitan dengan keyakinan atau pemahaman pengamalan ajaran agama.
Lukman menjelaskan hal tersebut menanggapi adanya berita palsu diskriminasi terhadap perempuan pengguna cadar di Jawa Timur.

Selain itu, Lukman juga meminta para pengguna cadar untuk memiliki pemahaman sosial dalam berinteraksi di masyarakat dengan menyesuaikan pemakaiannya di lingkungan tertentu, seperti institusi pendidikan.

"Jadi pemahaman seperti ini, kedua belah pihak harus bisa saling membangun kesadaran untuk saling menghormati," kata Lukman.
Sebelumnya beredar video di media sosial yang menampilkan seorang perempuan pengguna cadar diminta turun dari bus oleh petugas Dishub di Terminal Gayatri, Tulungagung, Jawa Timur pada Senin (14/5).

Menurut keterangan petugas, perempuan bercadar itu melakukan sikap yang mencurigakan karena tidak mau memberikan keterangan kepada petugas terminal.

Kecurigaan petugas bertambah setelah mengetahui perempuan berinisial SAN itu tidak menggunakan alas kaki sejak masuk terminal hingga naik bus jurusan Ponorogo.

Menurut pengakuan SAN, dia adalah santri Pondok Pesantren Darussalam, Kelurahan Kampungdalem, Tulungagung yang ingin pulang ke rumah di Ponorogo tanpa izin kepada pengurus pondok.

Petugas Dishub menjelaskan SAN diturunkan karena gerak-geriknya mencurigakan dan bukan karena diskriminasi penumpang lain yang takut karena dia menggunakan cadar.


Penulis:
Editor: Ikbal Ferdiyal


TAGS:


comments