Sabtu, 22 September 2018

SMP 19 Kota Jambi Gelar Festival Zaman Bengen


Rabu, 16 Mei 2018 | 21:19:19 WIB


Siswa SMP Negeri 19 Kota Jambi saat memainkan salah satu permainan dalam festival zaman bengen
Siswa SMP Negeri 19 Kota Jambi saat memainkan salah satu permainan dalam festival zaman bengen / Zainal Abidin

JAMBI – Mempertahankan kebudayaan tradisional bagi siswa-siswinya terus diupayakan SMP Negeri 19 Kota Jambi. Ini dilakukan agar generasi muda yang kian terlena dengan perkembangan era digital lebih mengenal kebudayaan Indonesia.

Salah satunya permainan tradisional yang kini mulai jarang dimainkan, karena anak-anak keasyikan bermain game di gadget. Upaya mempertahankan kebudayaan itu terlihat pada Senin (14/5), saat sekolah menggelar festival zaman bengen atau kebudayaan dan permainan tradisional, yang melibatkan siswa dan guru.

“Kegiatan ini digelar untuk memperingati hari jadi Kota Jambi yang jatuh setiap 15 Mei,” ujar Nanang Sunarya, kepala SMP Negeri 19 kepada metrojambi.com, Rabu (15/5).

Menurutnya, selain festival zaman bengen, pihaknya juga melepas siswa Kelas IX yang telah menyelesaikan jenjang pendidikan pertama dan akan melanjutkan ke jenjang menengah.

"Festival zaman bengen dilaksanakan di halaman sekolah. Siswa yang meramaikan acara ini mengenakan pakaian zaman dahulu era 70 an," jelasnya.

Kegiatan ini, diisi dengan festival daster yang diramaikan siswi. Daster yang dikenakan harus nyaman, fleksibel dan tetap sopan dikenakan. "Hal ini melambangkan perempuan zaman dulu itu supel, fleksibel dan tidak banyak tuntutan," terangnya.

Selain itu, ada juga permainan tradisional seperti memainkan lompat karet atau yeye, ingklik atau engklek, benteng, main ladang, dan tarik pelepah pinang.

“Permainan menarik pelepah pinang ini mencerminkan permainan yang butuh kerja sama tanpa egois untuk menjatuhkan, menanamkan gotong royong dan menjaga tanggung jawab,” katanya.

Nanang berharap dengan festival ini siswa memiliki pengetahuan dan pemahaman tentang kebudayaan tradisional dan dapat mewariskan ke anak cucunya kelak di kemudian hari. "Dan tidak hanya fokus ke permainan digital," pungkasnya.


Penulis: Zainal Abidin
Editor: Ikbal Ferdiyal


TAGS:


comments