Sabtu, 18 Agustus 2018

Puasa, Jangan Takut Kekurangan Gizi


Jumat, 18 Mei 2018 | 11:19:40 WIB


ilustrasi
ilustrasi / istimewa

Marhaban Ya Ramadhan.

Puasa merupakan perintah agama Islam yang diperintahkan oleh Allah SWT dalam surat Al Baqarah ayat 183.

Apabila seorang muslim merasa berat, kondisi sakit atau dalam perjalanan makadiperbolehkan untuk tidak berpuasa dengan mengganti di hari setelah Ramadan atau membayar fidyah (Al Baqarah ayat 184).

Tips Ahli gizi dalam menjalankan ibadah puasa yaitu:
1.Puasa merupakan kondisi dimana tubuh hampir kehilangan sebagian sumber energi saat tidak mengkonsumsi makanan di siang hari.

2.Saat berpuasa sistem metabolisme akan menyesuaikan dengan mengatur sistem pencernaan melalui proses glikolisis, glukolisis, glukogenesis dan glukoneogenesis.

3.Bagaimana mengatur makan agar tidak kekurangan zat gizi selama puasa?
a. Konsumsilah makanan gizi seimbang denganpembagian “PiringMakanku”. Pembagian piring makanku (saat berbuka dan sahur) yaitu sumber karbohidrat 1/3 porsi, lauk 1/3 porsi dan sayur buah 2/3 porsi piring setiap kali makan, untuk selingan konsumsilah buah-buahan minimal 1 porsi (100 gram) setelah tarawih dan saat sahur.
b. Saat sahur disarankan mengkonsumsi makanan porsi lengkap. Konsumsilah makanan kaya serat seperti buah, sayuran dan karbohidrat komplek. Sayur dan buah mengandung serat yang bisa membuat tubuh merasa kenyang lebih lama.
c. Saat berbuka sebaiknya mengkonsumsi makanan manis dengan sumber karbohidrat kompleks seperti buah kurma, batasi sumber gula murni seperti sirup, gula pasir, gula merah, dsb.
d. Buah kurma mengandung sukrosa yang apabila dikonsumsi akan mengembalikan kadar gula darah yang menurun selama puasa. Kurma juga mengandung serat sehingga memberi rasa kenyang sehingga tidak akan kelaparan jika melaksanakan sholat maghrib terlebih dahulu.
e. Sementara gula murni jika dikonsumsi berlebihan maka akan disimpan di dalam tubuh dalam bentuk lemak.
f. Batasi mengkonsumsi gorengan, es buah, es campur saat berbuka. Makanan ini mengandung gula dan lemak yang jika dikonsumsi akan menyebabkan sistem pencernaan bekerja lebih berat setelah dipuasakan hampir 12 jam.

4.   Puasa jangan takut dehidrasi. Bagaimana mengatur konsumsi cairan selama puasa?
a.    Minumlah air murni yang telah dimasak dengan suhu> 1000 C.
b.    Kebutuhan cairan untuk kebutuhan dewasa yaitu 30ml/kg BB perhari.
c.    Contoh pembagian air minum untuk dewasa dengan estimasi kebutuhan 2000 ml yaitu:
1)    1gelas (250 ml) saat sahur
2)    1 gelas (250 ml) sebelum imsak
3)    1 gelas (250 ml) saat buka
4)    1 gelas (250 ml) setelah sholat maghrib
5)    1 gelas (250 ml) setelah makan malam
6)    1 gelas (250 ml) sebelum sholat tarawih
7)    1 gelas (250 ml) setelah tarawih
8)    1 gelas (250 ml) saat akan tidur

5.    Bolehkah mengkonsumsi tablet multivitamin untuk menjaga stamina selama puasa?
a.    Vitamin dan mineral berfungsi untuk membantu sistem metabolisme tubuh, menjaga daya tahan tubuh, membantu memecah energi, sebagai kofaktor dalam enzimatis, menjaga kesehatan tulang dan gigi, menjaga elastisitas kulit, menjaga kesehatan mata, dan sebagainya.
b.    Ahli gizi selalu menyarankan mengkonsumsi makanan alami dan tidak perlu mengkonsumsi tablet multivitamin selama berpuasa. Kebutuhan vitamin dan mineral akan terpenuhi apabila kita mengkonsumsi makanan gizi seimbang saat sahur dan berbuka. Makanan bergizi, berimbang dan beragam sudah mengandung seluruh zat gizi yang dibutuhkan tubuh, baik karbohidrat, protein, lemak, vitamin dan mineral.

6.    Penderita gastritis/magh atau penyakit peningkatan asam lambung, Bagaimana mengatur makannya agar terhindar dari gejala asam lambung selama puasa?
a.    Hindari makanan sumber asam, gas, pedas, berminyak dan terlalu manis saat berbuka dan sahur karena akan merangsang sekresi asam lambung.
b.    Makananyang tidak dianjurkan untuk penderita magh yaitu: berasketan, tape, buah mengandung gas (seperti: nanas, kedondong, durian, nangka, dsb), sayur mengandung gas (seperti: kubis, lobak, kembang kol, nangka muda, dsb), santan kental, kopi dan teh kental, minuman soda, ice cream dan bumbu merangsang (seperti: cabai, merica, cuka, dsb).  

7.    Selalu mencuci tangan dengan air mengalir dan sabun saat akan menyentuh makanan agar terhindar dari kuman yang berbahaya bagi tubuh.

Penulis adalah (Ahli Gizi/Dietisien RSUD RadenMattaher Jambi-Sekretaris DPD Persatuan Ahli Gizi Indonesia Provinsi Jambi)


Penulis: FachrulRozy, S.Gz, RD
Editor: Ikbal Ferdiyal


TAGS:


comments