Minggu, 23 September 2018

Gerindra Bantah Dukung Terorisme


Jumat, 18 Mei 2018 | 22:21:50 WIB


Hashim Djojohadikusumo
Hashim Djojohadikusumo / istimewa

JAKARTA - Wakil Ketua Dewan Pembina Partai Gerindra Hashim Djojohadikusumo membantah tuduhan berbagai pihak di media sosial bahwa partainya mendukung aksi terorisme karena dianggap menghambat revisi UU nomor 15 tahun 2003 tentang Pemberantasan Tindak Pidana Terorisme.

"Saya kira itu adalah fitnah, kebohongan, fitnah yang kami curigai dari lawan politik kami ini adalah fitnah murahan," kata Hashim di Kompleks Parlemen, Jakarta, Jumat (18/5).

Dia menegaskan bahwa Fraksi Gerindra DPR RI tidak pernah menghalangi pengesahan revisi Undang-Undang Anti Terorisme karena faktanya, pihak pemerintah melalui Menkumham yang menunda-nunda pembahasan dan finalisasi UU tersebut.

Hashim mengatakan dirinya sudah mengonfirmasi kepada Fraksi Gerindra DPR RI bahwa pembahasan revisi Undang-Undang Anti Terorisme prosesnya sudah 99 persen, tinggal menunggu pendapat pemerintah terkait definisi terorisme.

"Yang terjadi sekarang ini terkait penundaan pembahasan RUU Anti Terorisme bukan di DPR dan di Pansus, namun 99 persen sudah disepakati selesai di DPR. Masalahnya sekarang antara Menkumham dan TNI," ujarnya.

Anggota Dewan Penasihat Partai Gerindra, Muhammad Syafii menegaskan bahwa tuduhan terhadap partainya itu adalah tindakan yang sangat picik sehingga pihaknya telah melaporkan 11 akun medsos itu ke Bareskrim Polri.

Langkah itu, menurut dia, agar tidak seenaknya membuat berita bohong atau "hoax" dan itu sudah termasuk dalam pelanggaran hukum.

"Dan kita dorong Kepolisian harus menindaklanjuti itu, seperti biasa kalau itu merugikan pemerintah cepat dieksekusi, namun kalau tidak merugikan pemerintah dibiarkan begitu saja. Dan kami minta cepat dieksekusi kepolisian," katanya.

Dia pun meminta Kepolisian segera menindaklanjuti laporan dari partainya terhadap belasan akun medsos tersebut.


Penulis:
Editor: Ikbal Ferdiyal


TAGS:


comments