Minggu, 23 September 2018

Catatan Zainal Abidin (6): ZA Semasa SMP dan SMA


Senin, 11 Juni 2018 | 19:58:41 WIB


/ Istimewa

WAKTU terus berjalan, hari berganti menjadi menjadi bulan, begitupun bulan beranjak menjadi tahun, waktu terus berjalan tak menghiraukan keadaan. Zainal tumbuh remaja, setelah menyelesaikan sekolah dasar ia melanjutkan pendidikan di SMP Tanjung Tanah yang kini dikenal dengan SMP Negeri 7 Danau Kerinci yang jaraknya sekitar 3 kilo meter dari Desa Koto Iman.

Ketika masuk SMP, teman-temannya sudah menggunakan sepeda untuk ke sekolah. Namun tidak bagi Zainal, dengan segala keterbatasan ekonomi ia harus berjalan kaki menapaki kerikil untuk sampai ke sekolah yang harus ditempuh sekitar lebih kurang 1 jam perjalanan, itu pun kalau hari cerah, bila hujan turun atau jalan becek berlumpur, tentu membutuhkan waktu yang lebih dari lama dari itu. Bagi Zainal apapun kondisinya ia tetap harus sampai ke sekolah untuk menimba ilmu.

Zainal pada saat itu sudah mulai berpikir lebih matang dari sebelumnya, ia tidak berpikir dan meminta kepada ayahnya Ajumuddin dan ibunya Asriyah untuk dibelikan sepeda sebagai sarana untuk ke sekolah, sepeti yang dimiliki oleh teman-temannya sebaya waktu itu. Karena keadaan memang tidak memungkinkan, jangankan untuk membeli sepeda, dapat makn 3 kali sehari itu sudah bersyukur, Zainal harus menyimpan dalam-dalam hasrat dan keinginannya tersebut.

Walaupun diterpa cobaan hidup, Zainal remaja membuktikan bahwa ia juga mampu berkompetisi dengan teman-temannya, ia selalu berprestasi dalam bidang akademik, berkat semangat dan perjuangan yang tak kenal lelah untuk terus menimba ilmu pengetahuan.

Sehabis pulang sekolah kembali menekuni pekerjaan yang biasa ia lakukan sebagai seorang anak petani, ia ikut bekerja di sawah dengan sebilah cangkul dari siang hingga sore, kemudian malamnya diisi dengan aktivitas belajar, mengerjakan tugas sekolah. Bila libur sekolah datang, Zainal turun ke sawah dari pagi hingga matahari berubah menjadi kemerahan. Tidak ada waktu kosong, selalu diisi untuk membantu kedua orang tuanya, pekerjaan seperti itu ditekuninya hingga sampai SMA.


Penulis: Khusnizar
Editor: Ikbal Ferdiyal



comments