Minggu, 23 September 2018

Masuk Nggak Masuk Harus Bayar, Ancaman Pelaku Pungli di Kerinci Bikin Geram


Minggu, 17 Juni 2018 | 16:28:24 WIB


/ Metrojambi.com

KERINCI - Mungkin sudah menjadi tradisi setiap tahun di Kabupaten Kerinci Pungutan Liar (Pungli) di objek wisata Danau Kerinci. Kali ini warga yang ingin melintasi ruas jalan tepatnya disekitaran Danau Kerinci dimintai uang.

Jamal, salah satu warga Kerinci mengeluh adanya pungli yang dilakukan oleh oknum yang tidak bertanggung jawab di ruas jalan provinsi di Danau Kerinci, padahal dirinya cuma ingin lewat dari arah Tanjung Batu menuju Sanggaran Agung.

"Masuk gak masuk tempat wisata anda harus bayar, kalau anda tidak mau bayar anda jangan coba-coba melalui jalan ini. Anda jangan sok jagoan di sini, ini daerah kami, jika anda tidak senang anda mau apa," kata Jamal sambil menirukan bahasa yang di keluarkan oleh petugas karcis objek wisata Danau Kerinci.

Dikatakannya lagi, untuk apa pemerintah mebuat tempat loket karcis di gerbang dermaga jika pungutan karcis diambil 500 meter dari tempat objek wisata, padahal masyawakat hanya lewat saja dan tak ada niat untuk masuk objek wisata.

"Hal ini membuat pengguna jalan resah dan kecewa," sebutnya.

Dia juga meminta kepada Tim Saber Pungli Kabupaten Kerinci untuk segera bertindak, karena kejadian ini memang sudah terjadi setiap tahunnya. "Setelah dibentuk Tim Saber Pungli Kerinci tidak terlihat kinerjanya, jadi untuk apa mereka dibentuk, silakan turun ke lapangan, tangkap oknum yang melakukan pungli di tempat wisata," jelasnya.

Sementara itu, Qodri salah satu warga Kerinci mengatakan, bahwa kasus ini merupakan kejahatan individual, tidak ada hubungannya dengan pemerintah daerah apalagi dengan masalah politik.

"Solusinya direkam saja peristiwanya, lalu laporkan ke Tim Saber Pungli Polres Kerinci. Pemerintah Kabupaten Kerinci pasti mendukung 100 persen karena pemerintah daerah tidak ingin masyarakat Kerinci dan masyarakat luar yang berkunjung ke Kerinci merasa terganggu dengan situasi seperti ini," sebutnya.


Penulis: Dedi
Editor: Ikbal Ferdiyal


TAGS:


comments