Minggu, 26 Juni 2022

Ruang UGD RSUD Raden Mattaher Bocor

Kamis, 21 Juni 2018 | 21:08:32 WIB


Terlihat loteng ruang UGD RSUD Raden Mattaher Jambi yang amblas sehingga menyebabkan kebocoran
Terlihat loteng ruang UGD RSUD Raden Mattaher Jambi yang amblas sehingga menyebabkan kebocoran / metrojambi.com

JAMBI - Pemandangan tak mengenakkan  terlihat pada Kamis (21/6) saat hari pertama ASN berkantor. Pada lantai keramik di ruang UGD RSUD Raden Mattaher terlihat dua ember yang menampung air hujan hasil dari amblasnya loteng rumah sakit terbesar di Jambi ini.

Pantauan di lapangan, loteng ruangan Unit Gawat Darurat (UGD) RSUD Raden Mattaher ternganga di tengah-tengah tempat tidur pasien. Terdapat dua loteng di ruangan yang diperuntukkan bagi penanganan cepat tanggap tersebut.

Plt Direktur Utama RSUD Raden Mattaher Jambi drg. Iwan Hendrawan mengakui kerusakan tersebut timbul pada H-3 lebaran yang disebabkan oleh atap yang bocor hingga akhirnya terkoyak.

“Sebenarnya sudah kita lakukan penanganan untuk atapnya namun karena waktunya bertepatan hari lebaran lotengnya belum sempat diperbaiki,” jelasnya.

Iwan juga menyebut bahwa pihaknya memilih mengecek dahulu sumber kerusakan ketimbang langsung menambal loteng yang bocor. Namun ia mengaku kejadian ini sangat ditanggapi oleh pihaknya karena tidak mau mengganggu kenyamanan pasien.

“Kita tangani sumber permasalahannya dahulu, namun loteng dalam minggu ini akan menyusul juga,” ungkapnya.

Menurut dia, fasilitas ini akan menjadi sorotan karena pada awal bulan Juli ini akan ada penilaian dari pusat terhadap kelayakan  rumah sakit nomor satu di Jambi ini. “Kita akan kejar waktu, karena sebentar juga akan ada penilaian akreditasi,” sebutnya.

Ridho, salah seorang pasien rumah sakit ini bahkan menyayangkan kerusakan yang terjadi. Menurutnya sangat riskan sekali bila pasien terkena air hujan yang merembes tersebut. “Mudahan-mudahan airnya tidak kena ke tempat tidur pasien,” ujarnya.

Ridho pun mengamini kejadian ini belum lama terjadi di rumah sakit, karena dia sebelumnya sempat berkunjung ke UGD pada pertengahan puasa. Sementara itu, untuk pelayanan usai libur lebaran ini sendiri terjadi peningkatan pasien. Terutama yang berkunjung ke klinik penyakit dalam dan jantung.

Berdasarkan data dari pihak RSUD untuk penyakit dalam melonjak hingga 80 biasanya hanya 50 per harinya. "Fenomena peningkatan ini memang terjadi setiap tahunnya. Terutama dikarenakan pola makan yang tidak teratur sehabis lebaran," kata Iwan.


Penulis: Sharly
Editor: Herri Novealdi


TAGS:


comments