Selasa, 17 Mei 2022

OJK Jambi Imbau Pelaku Usaha Legal

Kamis, 21 Juni 2018 | 14:57:14 WIB


/

JAMBI - Kepala Otoritas Jasa Keuangan (OJK) Provinsi Jambi, Endang Nuryadin, mengimbau pelaku usaha pergadaian agar mendaftarkan usahanya ke OJK. Ini sesuai dengan peraturan OJK Nomor 31/POJK.05/2016 tentang usaha Pergadaian diterbitkan.

Hal tersebut dimaksudkan agar kegiatan usaha pergadaian menjadi legal, juga untuk meningkatkan kepercayaan masyarakat terhadap usaha pergadaian.

Berdasarkan Undang-Undang Nomor 21 Tahun 2011 tentang Otoritas Jasa Keuangan, usaha pergadaian berada dalam pengawasan OJK.
"Banyak manfaat dengan terdaftar atau berizinnya usaha pergadaian di OJK. Satu diantaranya meningkatkan kepercayaan konsumen terhadap usaha pergadaian," ujarnya, Kamis (21/6).

Selain itu, lanjutnya, pelaku usaha dapat terhindar dari permasalahan perizinan atau legalitas. Pelaku usaha pergadaian yang telah terdaftar akan memperoleh pendampingan dan pembinaan dari OJK.

"Dan memudahkan pelaku usaha pergadaian dalam menjalin kerjasama dengan pihak lain," jelasnya.Dikatakannya, kerugian yang dapat dialami bila tidak segera mendaftar ke OJK berakibat status kegiatan usaha pergadaian menjadi tidak legal alias ilegal.

Status usaha pergadaian yang illegal dapat menjadi sarana melakukan pencucian uang atau money laundring.Bagi pelaku usaha pegadaian yang tidak terdaftar atau belum memiliki izin usaha akan dilakukan tindakan penertipan melalui otoritas penegak hukum.

"Karena usaha pergadaian yang ilegal dapat dimanfaatkan sebagai sarana melakukan penyerahan barang hasil kejahatan," tuturnya.
Untuk memperoleh legalitas usaha pegadaian dapat dilakukan dengan cara pendaftaran dan perizinan di Kantor OJK. Pendaftaran hanya dapat dilakukan oleh pelaku usaha pergadaian yang telah melakukan kegiatan usaha pergadaian sebelum peraturan OJK Nomor 31/POJK.05/2016 tentang usaha oegadaian diterbitkan.

Pelaku usaha pergadaian eksisting dapat mengajukan permohonan pendaftaran ke OJK. OJK akan memberikan persetujuan paling lama 10 hari kerja, sejak dokumen diterima secara lengkap dan sesuai. OJK menetapkan pendaftaran pelaku usaha Pegadaian berupa tanda bukti terdaftar.

"Batas waktu maksimal permohonan pendaftaran tanggal 29 Juli 2018 nanti," ujarnya.

Yang mengajukan permohonan izin adalah pelaku usaha yang akan melakukan kegiatan usaha setelah peraturan OJK Nomor 31/POJK.05/2016, tentang usaha pergadaian diterbitkan, pelaku usaha yang telah melakukan kegiatan usaha sebelum peraturan OJK tentang usaha pergadaian diterbitkan dan pelaku usaha yang telah memperoleh tujuan pendaftaran dari OJK.

Satu diantara syarat untuk pelaku usaha mendaftar yaitu syarat modal minimal yang disetor untuk lingkup wilayah usaha kabupaten atau kota sebesar Rp 500 juta. Sedangkan lingkup wilayah usaha provinsi sebesar Rp2,5 miliar.

Sejauh ini di Jambi belum ada laporan pada OJK tentang pergadaian ilegal. "Belum ada laporan yang merasa jadi korban usaha gadai illegal," sebut Endang.

Karena itu OJK terus mengimbau pada masyarakat sebaiknya menggadaikan barang berharga di pegadaian resmi seperti PT Pegadaian.
"Khawatirnya pada saat ingin menebus, barangnya hilang dan ujung ujungnya masyarakat jadi korban, kalo di pegadaian resmi kan dia punya tempat penyimpanan barang, brankas," pungkasnya. 


Penulis: Rina
Editor: Ikbal Ferdiyal


TAGS:


comments