Rabu, 19 September 2018

Semiotika, Band Asal Jambi Rilis Mini Album


Jumat, 20 April 2018 | 21:28:37 WIB


Grup band Semiotika
Grup band Semiotika / istimewa

JAMBI – Grup band Semiotika yang berisi tiga anak muda asal Jambi, Sabtu 21 April, kembali merilis mini album. Band yang berdiri sejak tahun 2014 dan beraliran Post-Rock ini sebelumnya sempat melanglang buana dibeberapa kota di Indonesia, bahkan sampai ke negara Amerika.

Yudhistira Adi Nugraha, atau yang lebih akrab disapa Gembol selaku penabuh drums, bersama dua temannya, Riri pada bass dan Bibing pada lead guitar, pada tahun 2015 lalu sudah merilis album bertajuk Ruang.

Album perdana ini cukup mendapat tempat dihati anak muda Jambi khususnya dan Indonesia pada umumnya. Sukses dengan album pertama, di kuartal kedua tahun 2018, tepatnya 21 April lalu, bertepatan dengan Record Store Day 2018, grup post-rock Semiotika kembali merilis sophomore berupa mini album dengan tajuk Gelombang Darat yang dirilis dan didistribusikan secara mandiri dan juga Rimauman Music, label independen asal Palembang.

Proses rekaman mini album ini masih dikerjakan secara mandiri persis seperti yang mereka kerjakan tiga tahun lalu pada debut album Ruang di RAW Studio yang di Mixing dan Mastering sendiri oleh Billy Maulana (gitar). Dalam urusan artwork, pengerjaan dibantu oleh Ikmal Febriansyah.

Dalam releasenya, Bibing sang gitaris menyebutkan, mini album ini terinspirasi dari cerita yang mereka dapatkan dari perjalanan tur panjang Jawa–Bali–Sumatera pada 2015 lalu dalam rangka mempromosikan album Ruang.

Lagu Gelombang Darat misalnya, adalah nama dari tur yang mereka jalani, dimana dalam tur ini mereka merasakan lingkaran sosial pertemanan yang luar biasa efeknya. “Sedangkan lagu Meniti Masa merupakan cerita tentang fase-fase kehidupan yang tanpa disadari mau tidak mau harus kita lewati,” ujarnya.

Lagu Delusi merupakan ekspresi bantahan terhadap pakem kehidupan yang sering orang-orang paksakan. Mini album Gelombang Darat EP dikemas dalam bentuk boxset terbatas yang berisi rekaman musik dalam format kaset pita, t-shirt, gantungan kunci kulit, poster, stiker, dan pin akrilik.

“Dalam kemasan boxset ini kami bekerjasama dengan industri kreatif lokal (Ulsayco, Telulas Handmade, Panji Cumik) di Jambi. Pendistribusian boxset ini pun dilakukan secara mandiri melalui akun jejaring media sosial Semiotika,” ungkap Bibing.


Penulis: ist
Editor: Ikbal Ferdiyal


TAGS:


comments