Rabu, 3 Juni 2020

Walikota Pimpin Rapat Persiapan PPDB

Utamakan Warga Kota Jambi

Sabtu, 30 Juni 2018 | 11:39:34 WIB


Wali Kota Jambi, Syarif Fasha
Wali Kota Jambi, Syarif Fasha / dok/metrojambi

JAMBI – Penerimaan Peserta Didik Baru (PPDB) tingkat SMP di Kota Jambi akan berlangsung 2-7 Juli mendatang. Teknis pendaftaran ada di setiap sekolah.

Kemarin (29/6), pemerintah Kota Jambi melakukan rapat persiapan PPDB. Wali Kota Jambi Sy Fasha mengaku, biasanya setiap proses PPDB selalu timbul banyak masalah.

Maka dari itu pihaknya terlebih dahulu melakukan kooordinasi sebelum PPDB berlangsung.

“Kita koordinasikan bagaimana kesiapan sekolah, Dinas, bagaimana petunjuk teknisnya. Hasil koordinasi ada penambahan teknis juga,” kata Sy Fasha, kemarin (29/6).

PPDB kali ini ada pembagian kuota, 90 persen berdasarkan zonasi, 5 persen pindahan dan 5 persen jalur prestasi. “Inilah yang dipetakan. Zonasi ini berdasarkan radius,” imbuhnya.

Fasha mengungkapkan, peminat sekolah di Kota Jambi sangat banyak, apalagi di daerah perbatasan. “Kita coba antisipasi ini semua. Tidak semua warga Kabupaten (perbatasan) bisa masuk. Tapi tetap kita siapkan kuotanya. Jangan sampai nanti yang warga Kota Jambi tidak bisa masuk,” tuturnya.

Daya tampung setiap sekolah, kata Fasha terus dilakukan penambahan setiap tahunnya.

“Tahun ini kita banyak dapat bantuan dari APBN, banyak membangun Ruang Kelas Baru (RKB). Setiap tahunnya bertambah,” ujarnya.

Sementara Kepala Disdik Kota Jambi Arman, PPDB SMP akan dilakukan dengan sistem online. Menurutnya tahun ini tidak ada jalur khusus siswa miskin, hanya saja menggunakan sistem Zonasi sebesar 90 persen. Jalur prestasi 5 persen dan jalur luar Kota (vertikal) 5 persen.

"Jalur vertikal ini misalnya ada siswa yang akan pindah dari luar kota atau provinsi. Jadi mereka bisa mendapatkan kesempatan di 5 persen tersebut. Namun ini hanya 5 persen, sehingga lebih dikhususkan untuk siswa yang berada di perbatasan, atau siswa yang pindahan dari luar kota," ujarnya.

Arman menyebutkan, nilai yang tertera pada ijazah tidak mempengaruhi siswa bisa masuk ke sekolah yang diinginkan. "Tahun ini memang menggunakan sistem zonasi, sesuai dengan lingkungannya," pungkasnya.


Penulis: Amril Hidayat
Editor: Ikbal Ferdiyal


TAGS:


comments