Minggu, 23 September 2018

Hari Pertama PPDB Diwarnai Server Error


Selasa, 03 Juli 2018 | 11:11:46 WIB


Kepala Dinas Pendidikan Provinsi Jambi,Agus Herianto
Kepala Dinas Pendidikan Provinsi Jambi,Agus Herianto / Jainal Abidin

JAMBI – Hari pelaksanaan pertama pendaftaran Penerimaan Peserta Didik Baru (PPDB) di Provinsi Jambi, khususnya pendaftaran dengan sisten online, Senin (2/7), diwarnai dengan server error. Akibatnya, calon siswa yang ingin mendaftar ke sekolah yang diinginkan sesuai dengan zonasi kesulitasn mengimput data.

Kepala Dinas Pendidikan Provinsi Jambi Agus Herianto mengatakan, pihaknya sudah mendapatkan laporan mengenai gangguan server tersebut. Namun, gangguan tidak berlangsung lama karena langsung diperbaiki oleh pihak Telkom, yang bekerja sama dengan Dinas Pendidikan Provinsi Jambi dalam pelaksanaan PPDB 2018.

“Error kemungkinan karena hari pertama PPDB. Jadi masyarakat semuanya serentak menginput data. Lalu lintas internet di website PPDB jadi sangat sibuk. Namun, hanya sebentar, langsung diatasi oleh Telkom,” kata Agus.

Ditambahkan Agus, sistem PPDB online ini sudah dilaksanakan selama dua tahun semenjak wewenang SMA diambil alih Pemerintah Provinsi Jambi. Hanya saja teknis pelaksanaan melalui persentase zonasi tahun 2018 berbeda dengan tahun 2017.

“90 persen itu adalah kuota untuk siswa yang berada di sekitar sekolah atau zonasi. Lima persen untuk siswa pindahan yang ikut orang tuanya pindah tugas. Sementara lima persen lagi merupakan siswa berprestasi,” ujarnya.

Khusus untuk siswa berprestasi, dijelaskan Agus, siswa tersebut bukan berarti bebas memilih sekolah yang diinginkannya. Siswa tersebut tetap harus mendaftar di sekolah yang sesuai dengan zonasi tempat tinggal mereka.

“Tidak ada diatur secara khusus mereka boleh memilih sesuai dengan keinginan mereka. Mereka tetap harus ikuti zonasi, hanya saja mereka dikhususkan,” bebernya.

Agus menjelaskan, istem zonasi ini sebagai upaya pemerataan kualitas sekolah. Namun bukan berarti semua calon siswa yang mendaftar di sekolah zonasi mereka bisa diterima. Karena tetap saja jumlah pendaftar jauh lebih banyak dibandingkan dengan kuota yang tersedia di sekolah tujuan.

Dikatakannya lagi, untuk Kota Jambi saja, jumlah lulusan SMP/MTs negeri dan swasta sederajat adalah 11.750 orang. Sementara daya tampung SMA/SMK negeri hanya 4629. Sehingga sudah bisa dipastikan lebih dari 7000 siswa tidak bisa bersekolah di sekolah negeri di Kota Jambi.

“Tapi kan ada alternatif, sekolah swasta. Sekolah swasta di Kota Jambi juga sudah bagus-bagus. Kemudian kita juga akan ada beasiswa untuk siswa tidak mampu yang bersekolah di sekolah swasta. Ini sedang dibahas payung hukum dan nominal beasiswanya,” katanya.

Masyarakat juga diimbau untuk tidak memaksakan kehendak menyekolahkan anaknnya di sekolah yang mereka inginkan. Agus mengatakan, dengan selisih daya tampung dan lulusan SMP sederajat yang begitu banyak, dirinya tak menampik akan ada timbul masalah.

“memang tidak bisa dipaksakan. Daya tampung kita kurang dari jumlah yang mendaftar. Kemudian, kalau mau dipaksakan sekolah menambah kelas, juga tak bisa. Karena di Permendikbud sudah dijelaskan, satu sekolah maksimal hanya boleh ada 12 kelas atau rombongan belajar. Dalam satu kelas, hanya boleh diisi oleh maksimal 36 siswa,” pungkasnya.


Penulis: Sharly Apriyanti
Editor: Ikbal Ferdiyal



comments