Selasa, 22 Oktober 2019

Kampung Madani SAD Jadi Destinasi Wisata


Rabu, 04 Juli 2018 | 10:50:42 WIB


Bupati Sarolangun Cek Endra saat mendampingi Pangdam II Sriwijaya Mayjen AM. Putranto meninjau pembangunan kawasan terpadu Suku Anak Dalam (SAD).
Bupati Sarolangun Cek Endra saat mendampingi Pangdam II Sriwijaya Mayjen AM. Putranto meninjau pembangunan kawasan terpadu Suku Anak Dalam (SAD). / Luncai Hendri

SAROLANGUN - Kampung Madani Suku Anak Dalam (SAD) di Desa Lubuk Jering, Kecamatan Air Hitam, kini tengah dibangun oleh Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Sarolangun.

Proyek yang bekerja sama dengan pihak Dinas PUPR Provinsi Jambi dan TNI di wilayah Kodam Sriwijaya terus berjalan. Pembangun tersebut akan menjadi destinasi wisata dengan konsep etnis berbasis kearipan lokal.

Hal itu diungkapkan oleh Wakil Bupati Sarolangun, Hillalatil Badri saat menghadiri acara rapat lintas sektoral terkait pembangunan pemukiman SAD di Dinas PU Sarolangun, Selasa (03/07), kemarin.

”Iya, hari ini kita rapat evaluasi terkait proses pembangunan kawasan madani pemukiman SAD di Kecamatan Air Hitam,” kata Wabup.

Menurutnya, evaluasi yang dilakukan antara lain penataan pemukiman tersebut, sehingga apa yang dibangun nantinya dapat bermanfaat baik bagi masyarakat SAD, dan Sarolangun secara utuh.

”Kita mengajak pertemuan dengan pihak TNI, PU, Pertanian dan Perkebunan, Peternakan, Perkim dan Kehutanan dalam rangka agar apa yang telah dicita-citakan bisa terwujud, sebab kita tidak mau barang ini sudah dibangun tapi tidak bermanfaat. Makanya rencananya harus matang," jelasnya.

Diterangkan Wabup, pembangunan kampung SAD itu menggunakan dana yang bersumber dari APBN dan bantuan dana dari pihak TNI.

”Kami dari pemerintah tentu akan terus mendukung pembangunan ini di semua lini, mulai dari perencanaan hingga pembinaan hingga mereka bisa mandiri," sebutnya.

Hal senada juga dikatakan oleh Dandim 0420 Sarko, Letkol Kav Rohyat Happy Arianto, saat menghadiri acara rapat tersebut mengaku telah bekerja keras bersama pemerintah dalam pembangunan pemukiman SAD itu.

"Dalam pembangunan ini kita telah melibatkan 57 orang personil kita, dari Batalyon Sipur 2, Kodim dan Bataliyon 142” kata Dandim.

Terkait pembinaan, Dandim Sarko mengaku pihaknya telah lama melakukan pembinaan baik secara moril maupun pendidikan warga SAD melalui Babinsa Serda Tamrin, dan berhasil ada warga SAD yang menjadi TNI.

”Alhamdulillah juga dengan pembinaan kita bersama pemerintah berhasil jadikan sanak kita dari warga SAD yang jadi TNI. Harapan kita dengan ada pemukiman ini nantinya bisa mengangkat dan menjadikan warga SAD sama seperti masyarakat biasa, yang terpenting kami menghimbau agar mereka bisa memanfaatkan pemukiman ini dengan sebaik mungkin nantinya," katanya berharap.

Sementara itu, Kadis PU Ibnu Ziyadi saat di dalam acara tersebut menyampaikan materi rapat dengan konsep kampung madani. Ia mengakui siap menjadikan pemukiman itu tidak hanya menjadi pemukiman biasa namun menjadi tempat wiasata.

”Program ini muncul atas inisiasi dari Pak Bupati yang konon sudah lama, dari awal tahun terus kita garap, mulai dari fasilitas pendukung baik secara fisik seperti taman belajar, tempat olah raga dan semua yang berkaitan dengan bidang kami," kata Ziyad.

Rencana pengembangan kampung madani SAD juga telah direspon baik oleh pemerintah pusat melalui anggaran yang nantinya akan dikucurkan.

”Alhamdulillah ini juga sudah didukung oleh anggaran pemerintah pusat, jadi konsepnya nanti pemukiman berbasis destinasi wisata yang mengedepankan kearifan lokal warga SAD itu sendiri," pungkasnya.


Penulis: Luncai Hendri/Adv
Editor: Ikbal Ferdiyal



comments