Minggu, 23 September 2018

BI Naikkan Suku Bunga Acuan Jadi 5,25 Persen


Kamis, 05 Juli 2018 | 15:19:32 WIB


ilustrasi
ilustrasi / istimewa

JAMBI – Bank Indonesia (BI) melakukan kebijakan menaikkan suku bunga acuan hingga 50 basis poin menjadi 5,25 persen. Langkah ini diambil menyusul menguatkan nilai Dolar Amerika Serikat (AS) pada 3 Juli 2018 dilevel Rp 14.418.

Bahkan nilai dolar Amerika ini, diprediksi akan terus meningkat. Untuk itu, BI melakukan upaya pengetatan ekonomi maupun moneter global.

"Kenaikan suku bunga acuan merupakan langkah lanjutan BI untuk secara preemptive, front loading, dan ahead the curve menjaga daya saing pasar keuangan domestik," ujar Bayu Martanto, Kepala Perwakilan Bank Indonesia Provinsi Jambi, Rabu (4/7).

Apalagi di Jambi, terjadi inflasi yang mencapai 1,3 persen atau secara tahunannya 4,23 persen. "1,3 persen cukup tinggi disebabkan oleh sesuatu hal yang berlangsung secara musiman terlebih saat lebaran lalu," jelasnya.

Menurutnya, pengaruh dolar transmisi terhadap inflasi di Jambi akan tertuju kepada barang-barang impor, sehingga butuh waktu.

"Nanti pengusaha akan menghitung bila telah mempengaruhi harga perolehan, setelahnya akan ditransisikan ke konsumen," terangnya.

Dikatakannya, bahwa Bank Indonesia tidak melihat nominalnya namun stabilitasnya dari segala sisi. Upaya yang dilakukan selain menaikkan suku bunga juga melalui inflasi kredit guna mendorong ekonomi tetap berjalan baik.

Ke depan, BI akan terus mencermati perkembangan di domestik maupun global untuk memperkuat respons bauran kebijakan yang perlu ditempuh.

Ia berharap diakhir tahun 2018, inflasi di Jambi sesuai target 3,5 persen dan juga pada inflasi bahan bakar minyak yang sedang alami kenaikan. "Dampak kenaikan BBM menyebabkan kenaikan inflasi di Jambi sebesar 0,04 persen," ungkapnya.

Dijelaskan Bayu, jika kebijakan-kebijakan yang terjadi bukan hanya melulu pada satu suku bunga saja, namun juga pada sektor lain.


Penulis: Sharly Apriyanti
Editor: Ikbal Ferdiyal


TAGS:


comments