Sabtu, 20 Oktober 2018

Di Hadapan Camat, Oknum ASN Batanghari Ancam dan Cekik Leher Wartawan


Jumat, 21 September 2018 | 13:51:15 WIB


ilustrasi
ilustrasi / istimewa

MUARABULIAN – Sikap arogan ditujukkan oknum aparatur sipil negara (ASN) Kabupaten Batanghari berinisial SA. Diduga tidak terima diberitakan, SA melakukan pengancaman terhadap wartawan. Bahkan SA juga sempat mencekik leher wartawan yang telah memberitakan dirinya.

Peristiwa tersebut terjadi sekira pukul 11.30 WIB, Jumat (21/9), di kantor Camat Maro Sebo Ulu (MSU), Kabupaten Batanghari. Bahkan kejadian pengancaman terhadap wartawan bernama Sunan tersebut disaksikan langsung oleh Camat MSU Salman, S.Pd.

Peristiwa tersebut bermula saat Sunan yang merupakan wartawan yang melakukan peliputan di Kabupaten Batanghari, dan beberapa orang wartawan lainnya datang untuk menemui Camat MSU. Kebetulan pada saat itu SA berada di kantor Camat MSU, duduk di kursi panjang di samping pintu masuk.

Camat MSU Salman yang awalnya berada di dalam ruangan, keluar karena mengetahui ada wartawan yang datang. Salman kemudian duduk di kursi yang berhadapan dengan tempat duduk SA, dan langsung mengobrol dengan wartawan.

Saat Salman tengah berbincang dengan wartawan yang menemuia, SA tiba-tiba menyeletuk dengan mengatakan jika Sunan tidak bisa dijadikan teman.

“Pak (camat, red) dio ni dak mau bekawan. Macam mano lagi dekat dengan sayo, tetap sayo diberitakannya,” ujar SA.

Bahkan SA juga melontarkan ancaman terhadap. “Eloknyo batang lehernyo ko dipituk (dipatahi), biak tau raso. Karena dan tau bekawan," kata SA.

Tidak hanya sekedar melontarkan ancaman, SA kemudian mendekati Sunan dan langsung memegang lehernya. Saat itu, SA juga sempat melontarkan ancaman akan membunuh wartawan tersebut.

"Melawan kau, berani pulak kau datang ke sini," ujar SA.

Kejadian tersebut tidak hanya disaksikan Camat, namun juga oleh salah seorang staf di kantor Camat MSU. Guna menghindari terjadinya hal-hal yang tidak diinginkan, akhirnya Camat MSU Salman membawa Sunan ke parkiran.

Saat dikonfirmasi, Sunan mengaku sangat terkejut dengan tindakan SA terhadap dirinya. Sunan juga mengaku sangat tidak nyaman dengan ancaman yang dilontarkan oleh SA.

"Sayo diancam. Dio nyekek leher sayo. Bilang mau bunuh jugo,” ujar Sunan.


Penulis: Chy
Editor: Ikbal Ferdiyal



comments