Jumat, 21 Februari 2020

Gugus Mawar Jelutung Gelar Bintek Pengembangan K 13

Dilaksanakan di SD Negeri 35 Kebon Handil

Kamis, 05 Juli 2018 | 11:31:02 WIB


Bimbingan teknis yang digelar Gugus  Mawar Jelutung dalam rangka pengembangan Kurikulum 2013
Bimbingan teknis yang digelar Gugus Mawar Jelutung dalam rangka pengembangan Kurikulum 2013 / Jainal Abidin

JAMBI - Gabungan Sekolah Dasar (SD) yang berada di wilayah Gugus Mawar, Kecamatan Jelutung,l Kota Jambi, mengelar Bimbingan Teknis (Bintek) pengembangan Kurikulum 2013 (K12), Selasa (04/7).

Kegiatan ini digelar di SD Negeri 35, Kebun Handil, Jelutung, Kota Jambi yang diikuti guru-guru yang mengajar di lingkungan gugus tersebut.
Kepala SD Negeri 35, Trisnayeti mengatakan, peserta Bintek ini karena belum menuntaskan pembelajan K13 di sekolahnya pada tahun ajaran 2017/ 2018.

Atau penerapan hanya dilakukan dibeberapa kelas, dan pada tahun ajaran 2018/2019 segera dituntuskan keseluruhan. "Peserta Bintek dari SD 74, SD 77, SD 199, SD 159, dan SD 35, serta 1 sekolah gugus numpang yakni SD 38," sebutnya, Rabu (05/7) kemarin.

Sementara sekolah yang belum sama sekali menerapkan K13 atau masih menerapkan Kurikulum Tingkat Satuan Pendidikan (KTSP) terdiri dari SD Insan Madani, SD 200, SD 177, SD 105.

Narasumber yang memberikan materi, ditunjuk tutor dari sejumlah sekolah yang telah mengikuti bimbingan tingkat nasional.

Pemateri inilah yang akan menyampaikan materi ke sekolah- sekolah yang belum menuntaskan atau belum melaksanakan K13.
Terpisah, Kepala Bidang Pembinaan SD Disdik Kota Jambi, Supardi mengatakan, seluruh SD di Kota Jambi tahun ajaran ini harus sudah melaksanakan K13 di masing- masing satuan pendidika. Sehingga tidak ada lagi sekolah yang menggunakan Kurikulum Tingkat Satuan Pendidikan atau KTSP.

"Supaya sistem pendidikan di sekolah semakin baik, dan tidak ada perbedaan atau perbandingan kurikulum dalam pembelajaran," ujarnya.
Melalui penerapan kurikulum ini, pihaknya memberikan pelatihan bimbingan teknis dan pendampingan terhadap sekolah- sekolah, melalui kepala sekolah dan guru yang terkait, sehingga K13 dapat dijalankan secara maksimal dan tujuan pembelajaran tercapai.

"Kita datangkan instruktur dari nasional dan provinsi yang akan memberikan bimbingan teknis kepada sekolah," katanya.

Anggaran bimbingan tersebut, kata Supardi, pihaknya dibantu dana dari pusat melalui dana bantuan pemerintah untuk peningkatan pendidikan dalam bidang pengembangan kurikulum. "Dananya sudah tersedia, kita hanya menjalankan sesuai fungsional," ungkapnya.

Untuk diketahui, di Kota Jambi jumlah SD sebanyak 229 unit, hingga kini yang belum menerapkan K13 tinggal 71 unit dan akan diberikan bimbingan sehingga tahun ajaran ini bisa melaksanakan kurikulum baru seperti sekolah lain yang lebih awal menerapkan K13.


Penulis: Jainal Abidin
Editor: Ikbal Ferdiyal


TAGS:


comments