Kamis, 20 September 2018

SAH: Jangan Takut Biaya, Kuliah Bisa Manfaatkan Beasiswa


Senin, 09 Juli 2018 | 11:36:27 WIB


Sutan Adil Hendra
Sutan Adil Hendra / metrojambi

JAMBI – Pimpinan Komisi X DPR RI yang membidangi pendidikan, Sutan Adil Hendra (SAH), tidak menampik adanya anggapan bahwa kuliah itu mahal. Namun SHA mengatakan hal itu bisa diatasi jika mahasiswa yang bersangkutan gigih dalam mencari beasiswa.

Menurut SAH, perguruan tinggi baik negeri maupun swasta saat ini telah menerapkan sistem baru dalam proses penerimaan mahasiswa baru. Dengan perubahan sistem tersebut, SAH mengatakan perguruan tinggi menyediakan berbagai bantuan maupun subsidi terhadap keterbatasan finansial calon mahasiswanya.

Dalam perjalanannya, perguruan tinggi khususnya negeri, selalu mengusahakan agar keterbatasan finansial tidak membatasi mahasiswa untuk belajar dan berkarya. Bahkan untuk penerimaan mahasiswa baru tahun ini, DPR memiliki target minimal 30 persen dari seluruh mahasiswa tingkat sarjana bebas dari Biaya Pendidikan di Muka (BPM) dan Biaya Penyelenggaraan Pendidikan per Semester (BPPS).

"Mahasiswa-mahasiswa ini dijaring dari berbagai program, seperti Bidikmisi dari Depdiknas, beasiswa PPA, beasiswa OSN, beasiswa biaya pendidikan, dan beasiswa ekonomi lemah, yang sebagian besar terintegrasi dalam sistem SNMPTN," terang SAH, Sabtu (7/7).

Dikatakannya lagi, bagi peserta SNMPTN yang berasal dari golongan ekonomi menengah, DPR mengharapkan kampus sudah menyediakan koridor tersendiri. Untuk para calon mahasiswa yang masuk ke dalam golongan tersebut, ITB menyediakan subsidi BPM sebesar 25%, 50%, dan 75% sesuai dengan kemampuan ekonomi masing-masing.

Bahkan menurut anggota Fraksi Partai Gerindra DPR RI itu, setelah masuk perguruan tinggi kesempatan untuk mendapatkan beasiswa makin terbuka lebar. “Bahkan kampus kita dorong memiliki divisi khusus yang menangani pelayanan permohonan beasiswa bagi mahasiswa (loket beasiswa). Berkat reputasinya yang baik, banyak pihak yang mempercayakan beasiswa untuk diberikan kepada mahasiswa baik perguruan tinggi negeri maupun swasta,” beber SAH.

Lebih lanjut SAH, secara umum beasiswa ini dibagi dalam empat kelompok, yakni beasiswa ekonomi, beasiswa prestasi, beasiswa ikatan dinas, dan beasiswa bagi mahasiswa baru. Dikatakan SAH, yang diperlukan dari seorang mahasiswa untuk mendapatkan beasiswa hanyalah ketekunan untuk mengikuti arus informasi, yang salah satunya bisa didapatkan dari website pemerintah dan lembaga donor, dan kesabaran dalam proses pengurusan beasiswa.

Selain dari beasiswa, para mahasiswa juga memiliki banyak sumber-sumber keuangan lain. Dalam lingkungan kampus, banyak sekali kesempatan yang diberikan kepada mahasiswa untuk bekerja secara profesional sebagai asisten mata kuliah, asisten laboratorium, pengawas ujian, panitia acara-acara besar kampus, bahkan administrator untuk sistem informasi kampus dengan imbalan yang sesuai.

"Selain itu, dengan seringnya penggalakan semangat entrepreneurship di kalangan mahasiswa, tidak jarang ditemukan mahasiswa yang merintis usaha sendiri dan mendulang sukses," pungkasnya.JAMBI- Pemerintah Kota Jambi berencana akan membangun sekolah negeri yang baru. Rencananya sekolah yang dibangun adalah SMPN di kawasan Liposos Kelurahan Eka Jaya.

Pembangunan sekolah negeri baru ini agar semakin banyak warga Jambi yang bisa diterima di sekolah negeri. Juga salah satu cara pemerataan sekolah negeri di Kota Jambi Disampaikan Walikota Jambi Syarif Fasha bahwa pembangunan sekolah baru di kawasan Liposos direncanakan mulai dibangun pada 2019.

Saat ini pihaknya sudah meminta Dinas Pendidikan Kota Jambi untuk mempersiapkan segala hal yang berkaitan dengan persiapan pembangunan sekolah.

"Kita rencananya tahun depan akan membangun sekolah baru yaitu SSMPN. Saya sudah minta Dinas Pendidikan untuk mempersiapkan segala sesuatunya. Administrasinya dan hal hal apa saja yang perlu dipersiapkan guna untuk keperluan membangun sekolah baru," bebernya.
Pembangunan sekolah negeri yang baru ini dirasa perlu mengingat saat ini proses PPDB menggunakan sistem 90 persen zonasi.

Sehingga perlu dibangun sekolah terutama di kawasan yang minim jumlah sekolah negerinya. "Jadi kita akan bangun di kawasan Eka Jaya. Kawasan tersebut dirasa perlu ditambah sekolah baru sehingga semakin banyak warga Jambi yang bisa bersekolah di sekolah negeri. Apalagi saat ini banyak juga warga luar kota Jambi yang ingin bersekolah di Kota Jambi," bebernya.

Sementara itu hal yang sama juga dikatakan Arman, Kepala Dinas Pendidikan Kota Jambi bahwa Pemkot tahun 2019 akan membangun SMPN baru di daerah Liposos. "Saat ini sedang kita persiapkan segala sesuatunya. Lokasinya, administrasi dan semua hal yang berkaitan dengan ini," ujarnya.

Diharapkan nantinya dengan adanya pembangunan sekolah baru tersebut, semakin banyak warga yang bisa masuk ke sekolah negeri. Terutama di kawasan yang nasih sedikit jumlah sekolah negeri.

"Sistem zonasi inikan mengutamakan warga yang berada di dekat sekolah. Jadi dengan ditambahnya sekolah negeri, maka akan semakin banyak warga yang tertampung disekolah negeri," bebernya.


Penulis:
Editor: Ikbal Ferdiyal


TAGS:


comments