Rabu, 26 September 2018

Warga Merangin Garap Bekas Lokasi PETI Jadi Areal Persawahan


Senin, 09 Juli 2018 | 21:55:00 WIB


Warga saat menggarap areal persawahan yang sebelumnya merupakan bekas lokasi penambangan emas tanpa izin (PETI) di Kabupaten Merangin
Warga saat menggarap areal persawahan yang sebelumnya merupakan bekas lokasi penambangan emas tanpa izin (PETI) di Kabupaten Merangin / metrojambi.com

BANGKO – Ratusan hektare lahan persawahan yang dulu rusak akibat aktivitas penambangan emas tanpa izin (PETI) di Kecamatan Pangkalan Jambu dan Kecamatan Sungai Manau, Kabupaten Merangin, saat ini mulai kembali digarap warga. Setelah tidak lagi dimanfaatkan untuk PETI, warga kembali menggarap lahan untuk areal persawahan.

“Ratusan hektare ini sudah kembali hijau. Ini murni kesadaran moral masyarakat akan pentingnya sawah,” kata Bupati Merangin Al Haris usai menghadiri acara gerakan bersama mengembalikan eks PETI menjadi sawah partisipatif, Senin (9/7).

Haris juga tidak menampik di lokasi eks PETI itu sering terjadi bencana alam seperti banjir dan longsor. Dengan dikembalikannya lahan eks PETI menjadi sawah, Haris berharap mudah-mudahan tidak terjadi lagi bencana alam di dua kecamatan tersebut.

“Ketika bencana banyak korban bahkan ada yang meninggal. Makanya kami pemerintah mendukung kesadaran masyarakat ini,” ujar Haris.

Sementara itu, salah seorang warga Pangkalan Jambu berharap dengan digarapnya lahan eks PETI menjadi sawah, bisa mengurangi beban ekonomi. Warga pun berharap agar padi yang ditanam dapat tumbuh seperti dulu sebelum ada aktivitas PETI.

“Sebagian padi tidak sesubur dulu, mungkin karena humus tanah berganti. Bagusnya lahan ini harus ditimbun, mungkin itu bisa membuat padi subur seperti dulu,” ujar warga.


Penulis: Andi
Editor: Ikbal Ferdiyal


TAGS:


comments