Rabu, 26 September 2018

Parpol di Merangin Kesulitan Penuhi 30 Persen Keterwakilan Perempuan


Kamis, 12 Juli 2018 | 16:47:00 WIB


Ketua KPU Merangin Iron Isroni
Ketua KPU Merangin Iron Isroni / Metrojambi.com

BANGKO - Partai politik (parpol) terancam tidak bisa mengikuti Pemilihan Umum (Pemilu) 2019 jika tidak mampu memenuhi 30 persen keterwakilan perempuan.

Hal ini disampaikan oleh Ketua Komisi Pemilihan Umum (KPU) Kabupaten Merangin Iron Sahroni. Kata Iron, pemenuhan keterwakilan perempuan tersebut bukan dihitung secara global, melainkan per daerah pilih (dapil).

"Hitungannya per dapil. Jadi gini, di Merangin kan ada empat dapil. Misalkan di fapil satu itu jumlah kursinya 11, jadi keterwakilan perempuannya harus ada 4 orang," terang Iron.

"Kalau ini tidak dipenuhi, maka keikutsertaan partai di dapil satu dicoret atau dihilangkan. Tapi itu hanya untuk dapil satu, untuk dapil lain yang terpenuhi tidak dicoret," ujarnya lagi.

Mengenai keterwakilan 30 persen perempuan, Iron mengaku telah menerima keluhan dari sejumlah ketua parpol di Merangin. Kata Iron, pengurus parpol kesulitan mencari kader perempuan yang akan maju pada pemilihan legislatif.

"Ya mau bagaimana lagi. Mau tidak mau, keterwakilan perempuan harus diisi. Kami dari KPU hanya menjalankan amanah undang-undang. Toh yang merumuskan Peraturan Perundang-Undangan itu kan orang parpol juga, bukan dari KPU," beber Iron.

Sementara itu, terkait boleh tidaknya narapidana ikut mencalonkan diri pada Pemilihan Legislatif (Pileg) 2019 nanti, Iron menjelasakan bukan semua napi yang tidak boleh nyalon. Melainkan hanya napi tiga kasus yang tidak boleh, yakni korupsi, mekerasan seksual pada anak, dan narkoba.

"Kalau mantan Napi yang lain seperti tindak pidana ringan dia cukup mengumkan surat kesadaran bisa juga di media. Ini sesuai PKPU Nomor 20 tahun 2018," pungkasnya.


Penulis: Andi
Editor: Ikbal Ferdiyal



comments