Selasa, 25 September 2018

SD Terpencil di Sarolangun Masih Kekurangan Guru


Rabu, 11 Juli 2018 | 11:41:50 WIB


ilustrasi
ilustrasi / istimewa

SAROLANGUN - Tenaga pendidik di sejumlah sekolah di Kabupaten Sarolangun masih tergolong minim. Apa lagi untuk sekolah yang berada di daerah terpencil seperti di Batang Asai, Limun, Pauh bagian dalam dan juga Mandiangin Dalam.

Pada umumnya kekurangan guru ini terjadi di Sekolah Dasar (SD) Negeri. Dan kebanyakan mereka mensiasati kekurangan ini dengan mengangkat guru honorer baik itu dari pemerintah daerah maupun tenaga sukarela yang diangkat oleh Kepala Sekolah dengan dibiayai dari dana BOS.

Seperti yang terjadi di Sekolah Dasar 255/VII Dusun Sialang Betuah Desa Guru Baru Kecamatan Mandiangin. Kendati minat anak usia wajib sekolah tiap tahun makin meningkat, namun sekolah hanya bisa menampung 91 orang peserta didik.

Guntur, kepala SD 225 Sialang Betuah kepada awak media mengakui masih berharap adanya penambahan guru yang berstatus PNS. "Ya kita masih kekurangan guru, saat ini ada 9 orang guru terdiri dari 1 orang PNS merangkap Kepala Sekolah, 3 Orang Kontrak Daerah, dan 5 Orang lagi Tenaga Sukarela (TKS)," kata Guntur.

Ia berharap pemerintah daerah bisa menambah kekurangan guru tersebut atau mengangkat guru yang TKS menjadi tenaga kontrak daerah sehingga kekurangan yang lainnya bisa diangkat guru baru untuk TKS yang biayanya juga dari dana BOS.

"Mudahan ada pengangkatam guru baru dari jalur CPNS jadi bisa ditempatkan di sini dan meminta kepada Dinas Pemkab Sarolangun dapat mengangkat status TKS mereka menjadi Kontrak Daerah, sehingga mereka nyaman dalam bekerja sebagai Pendidik,” tandasnya.


Penulis: Luncai Hendri
Editor: Ikbal Ferdiyal



comments