Sabtu, 22 September 2018

Bus Sriwijaya Terguling di Lembah Masurai, Sejumlah Penumpang Luka-luka


Rabu, 11 Juli 2018 | 20:55:18 WIB


Petugas kepolisian saat memintai keterangan saksi terkait kecelakaan yang dialami bus Sriwijaya di Desa Kuara Kelukup, Kecamatan Lembah Masurai, Kabupaten Merangin, Rabu (11/7)
Petugas kepolisian saat memintai keterangan saksi terkait kecelakaan yang dialami bus Sriwijaya di Desa Kuara Kelukup, Kecamatan Lembah Masurai, Kabupaten Merangin, Rabu (11/7) / metrojambi.com

BANGKO – Bus Sriwijaya dengan nomor polisi (nopol) BG 8430 W, sekira pukul 12.00 WIB, Rabu (11/7), mengalami kecelakaan di Desa Muara Kelukup, Kecamatan Lembah Masurai, Kabupaten Merangin. Akibat kecelakaan tersebut sejumlah penumpang terluka, hingga harus dilarikan ke rumah sakit untuk mendapatkan perawatan.

Informasi yang diperoleh metrojambi.com, sebelum terjadinya kecelakaan bus Sriwijaya melaju dari arah Lembah Masurai menuju Bangko. Setibanya di lokasi kejadian, bus Sriwijaya tersebut berpapasan dengan mobil Toyota Agya yang tidak diketahui nomor polisinya.

Diduga saat berpapasan mobil Toyota Agya masuk ke jalur bus Sriwijaya. Sopir bus yang kaget lantas membanting stir ke arah kiri guna menghindari terjadinya kecelakaan. Namun nahas, mobil malah terguling.

Beruntung tidak ada korban jiwa dalam peristiwa tersebut. Namun empat orang penumpang harus dilarikan ke rumah sakit untuk mendapatkan perawatan. Mereka adalah Mini (40) yang mengalami luka di bagian perut, Nodi (35) luka di bahu kiri, Manda (7) luka di kaki, serta Leti (30) mengalami luka lecet di tangan kanan.

Kapolsek Lembah Masurai Iptu Sitepu saat dikonfirmasi mengatakan kecelakaan tersebut disebabkan adanya kelalaian dari sopir lain, sehingga membuat bus Sriwijaya terguling karena menghindari terjadinya kecelakaan.

“Lokasi kejadian tepat berada di tikungan. Kecelakaan ini terjadi karena kelalaian pengendara lain. Sopir bus terpaksa membanting setir karena ada mobil dari arah berlawanan, hingga akhirnya bus terguling,” kata Sitepu.


Penulis: Andi
Editor: Ikbal Ferdiyal



comments