Selasa, 25 September 2018

BKSDA Jambi Amankan 8 Ekor Burung Beo


Kamis, 12 Juli 2018 | 10:57:40 WIB


ilustrasi
ilustrasi / istimewa

JAMBI – Balai Konservasi Sumber Daya Alam (BKSDA) Provinsi Jambi, Rabu (11/7) kemarin, mengamankan 8 ekor beo dari satu pengedar burung di Provinsi Jambi. Rencanaya, 8 ekor beo tersebut akan dibawa ke arah Lampung bersama dengan sekitar 490 ekor burung lainnya.

Hal ini dikatakan Wawan Gunawan, Kepala Seksi Wilayah II BKSDA Provinsi Jambi. Wawan mengatakan, pihaknya mendapatkan laporan melalui call center BKSDA.

Pelapor mengatakan bahwa ada burung Kolibri dibawa oleh pengedar. Namun, setelah diperiksa, tim tidak menemukan burung kolibri atau burung-burung dilindungi lainnya di dalam mobil.

“Kami hadang di jalan lintas dekat Perumahan Aston Villa Mendalo. Kami periksa, tidak ada burung yang dilindungi. Hanya saja ada delapan ekor beo yang tidak masuk dalam kuota yang sudah ada izinnya, namun beo-beo tersebut tidak dilindungi,” katanya.

Ditamnahkan Wawan, 8 beo tersebut akhirnya diamankan, sementara pengedarnya tidak diproses secara hukum. Hari ini, Kamis (12/7), 8 beo tersebut akan dilepas liarkan di kawasan Berbak, Kabupaten Tanjung Jabung Timur (Tanjabtim).

“Dia mengangkut 11 jenis burung, jumlahnya ada 494 ekor. Semuanya tidak dilindungi dan ada izin, kecuali beo yang tak masuk kuota izin. Burung-burung tersebut mungkin akan dijual lagi, ke Lampung. Pengedar ini resmi, ada izin dari BKSDA,” terangnya.

Lebih lanjut Wawan mengatakan, untuk di Jambi, kuota izin burung yang boleh ditangkap dibatasi. Dia mengatakan, hanya ada 21 jenis burung yang masuk dalam kuota, dengan jumlah 3000 ekor dalam satu tahun.

“Jika melebihi jumlah tersebut, akan diamankan dan dilepasliarkan. Gunanya kuota itu, kan agar tidak semua burung di alam ini  bisa diambil,” katanya.

Dia menjelaskan, satwa dilindungi, khususnya dilindungi tidak boleh ditangkap. Apapun alasannya, burung dilindungi harus lepas bebas. Pelaku penangkapan bisa langsung dibawa ke ranah hukum jika melanggar ketentuan tersebut.

“Seperti burung kolibri yang kita amankan beberapa waktu lalu. Kolibri itu dilindungi, sehingga pelaku langsung dibawa ke ranah hukum,” pungkasnya.


Penulis: Sharly Apriyanti
Editor: Ikbal Ferdiyal



comments