Minggu, 23 September 2018

OJK Dorong Perbankan Berkontribusi Dalam Perekonomian


Kamis, 12 Juli 2018 | 11:10:22 WIB


Kepala OJK (Otoritas Jasa Keuangan) Provinsi Jambi Endang Nuryadin
Kepala OJK (Otoritas Jasa Keuangan) Provinsi Jambi Endang Nuryadin / istimewa

JAMBI - Otoritas Jasa Keuangan (OJK) Provinsi Jambi terus berupaya mendorong kontribusi perbankan terhadap pertumbuhan ekonomi daerah dan kesejahteraan masyarakat Provinsi Jambi.

Salah satunya adalah menggerakkan penyaluran kredit ke sektor-sektor yang produktif dan menggali potensi penyaluran kredit.

Bank Perkreditan Rakyat (BPR) satu diantara sektor perbankan yang turut berkontribusi. Hal ini disampaikan Kepala OJK Provinsi Jambi, Endang Nuryadin, Selasa (10/7).

"Keberhasilan suatu bank tidak hanya ditentukan oleh jumlah nasabah, total aset dan jumlah jaringan saja, tetapi juga diperluas menjadi sejauh mana kepuasan nasabah dapat terpenuhi, yaitu diukur dari kecepatan, ketepatan, keakuratan, serta fleksibilitas jasa keuangan yang dapat diberikan," ujarnya.

Endang menyebutkan, tren kinerja BPR perkembangannya cenderung mengalami peningkatan. Aset BPR tumbuh sebesar 10,04 persen, yakni dari Rp 791 miliar menjadi Rp 870 miliar pada akhir Mei 2018 (yoy).

Untuk Dana Pihak Ketiga (DPK) juga mengalami pertumbuhan sebesar 6,44 persen, yaitu dari Rp 588 miliar menjadi Rp 626 miliar.
Berdasarkan data tersebut diketahui bahwa mayoritas sumber penghimpun dana BPR berasal dari deposito yaitu sebesar Rp 497 miliar diikuti oleh tabungan sebesar Rp 91 miliar.

“Kemudian pertumbuhan kredit sebesar 12,39 persen yaitu dari Rp 578 miliar menjadi Rp 649 miliar pada Mei 2018 (yoy),” ungkapnya.

Terlepas dari kinerja BPR yang positif, masih terdapat sejumlah tantangan yang dihadapi, baik secara internal maupun eksternal.
Endang juga berharap agar BPR lebih berkontribusi dalam mendorong pertumbuhan ekonomi di Jambi.

“Meningkatkan daya beli dan pemerataan pendapatan masyarakat sehingga dapat membantu pemerintah untuk meningkatkan kesejahteraan masyarakat dan fokus mengurangi kemiskinan dan tingkat pengangguran,” katanya.


Penulis: Rina
Editor: Ikbal Ferdiyal



comments