Rabu, 4 Agustus 2021

Pemuktahiran Data Dinilai Tidak Maksimal

Minggu, 04 Oktober 2015 | 23:28:57 WIB


PLENO: KPU Provinsi Jambi saat menggelar pleno DPT, kemarin.
PLENO: KPU Provinsi Jambi saat menggelar pleno DPT, kemarin. / Jay

JAMBI - Badan Pengawas Pemilu (Bawaslu) Provinsi Jambi menilai hasil pemuktahiran data pemilih yang ditetapkan sebagai Daftar Pemilih Tetap (DPT) Pemilihan Kepala Daerah (Pilkada) serentak tahun 2015 tidak maksimal. Indikator pihak Bawaslu karena menilai dari jumlah DPT Pilkada tahun ini yang terjun bebas dari DPT saat Pilpres tahun lalu.

Komisioner Bawaslu Provinsi Jambi, Asnawi Rivai, mengatakan bahwa dalam rapat pleno penetepan DPT yang digelat di hotel Shang Ratu, Minggu (4/10), diketahui perbedaan tersebut mencapai kisaran 50.000 pemilih. Dengan penurunan DPT ini ia mengkhawatirkan pemuktahiran yang dilakukan PPDP tidak maksimal di tingkat bawah.

“Kenapa DPT kita terlau jauh dengan Pilpres. Meski beda even tapi inikan banyak 50.000 pemilih,” kata Asnawi.

Kecurigaan terhadap kurang maksimalnya pemuktahiran semakin mendalam ketika pihaknya melihat adanya pengurangan di beberapa kabupaten/kota yang tidak banyak perusahaan dan perkebunan. “Kalau yang banyak perusahaan seperti Muarojambi tidak masalah, tapi inikan terjadi di kabupaten lain,” katanya.

Ia semakin mengkhawatirkan jika 50.000 dari DPT tersebut akan diakamodir dan masuk di DPTB 1. Menurutnya di DPT Pilpres orang yang belum terdata ini sudah pasti ada. “Kalaupun berkurang jumlahnya pasti sedikit. Lagian jumlahnya cuma setahun,” ucapnya

“Kita tidak bicara DPTB atau DPK tapi kita bicara DPT orang penduduk asli Jambi,” katanya.

Untuk itu ia mengajak agar KPU untuk turut mewanti-wanti agar tidak ada pemilih yang tidak menggunakan hak suaranya atau masuk penjaringan pemilih. Caranya, kata dia, bisa saja KPU mencari kabupaten mana dan kecamatan mana yang mengalami penurunan tersebut.

“Ini yang harus dilakukan hingga ketemu. Misalnya orang tersebut meninggal. Tujuannya agar publik dan tim pasangan calon tidak bertanya-tanya,” pungkasnya.




Penulis: Jay
Editor: Ikbal Ferdiyal


TAGS:


comments