Minggu, 15 Desember 2019

Politik Candu VOC Dalam Melemahkan Kesultanan Jambi (2)


Sabtu, 21 Juli 2018 | 13:55:39 WIB


/

Oleh: M Ali Surakhman *)

Skandal Candu dan Perjanjian VOC dan Sultan Jambi

PANEMBAHAN Kota Baru berkuasa sekitar tahun 1590, lalu digantikan oleh Pangeran Kedah yang memiliki gelar Abdul Kahar pada tahun 1615. Pada masa pemerintahan Abdul Kahar inilah, orang-orang VOC mulai menjalin hubungan perdagangan dengan kerajaan Jambi. Mereka membeli hasil bumi Kerajaan Jambi terutama lada. Hubungan Kerajaan Jambi dan VOC mulai merenggang sekitar tahun 1642.

Pada masa pemerintahan Sultan Sri Ingalaga terjadi peperangan antara Kerajaan Jambi dengan Kerajaan Johor. Kerajaan Jambi mendapatkan bantuan dari VOC sehingga berhasil menang. Namun, bantuan itu ternyata tidak gratis.

Sebagai gantinya, VOC memberikan perjanjian-perjanjian pada kerajaan Jambi. Tujuan utama dari perjanjian-perjanjian ini adalah untuk menguatkan monopoli pembelian lada. VOC juga memaksa untuk untuk penjualan kain dan opium.
Dalam kontrak 6 Juli 1643 VOC dan Sultan Jambi, yaitu Pangeran Anom dengan VOC yang diwakili oleh Pieter Soury mengenai lada menyebutkan, budak-budak kompeni yang terdiri dari orang orang Cina boleh tinggal dan berdangang di Jambi. Demikian pula rakyat Jambi boleh berdagang dan tinggal di Batavia.


Penulis: M Ali Surakhman *)
Editor: Ikbal Ferdiyal



comments