Minggu, 9 Agustus 2020

Tak Bisa Maju di Pilkada Kerinci, Tiga Tokoh Kerinci Dipastikan Maju Pileg


Senin, 23 Juli 2018 | 17:21:32 WIB


Ilustrasi
Ilustrasi / Istimewa

KERINCI - Setelah gagal maju di Pemilihan Kepala Daerah (Pilkada) Kerinci 27 Juni 2018 yang lalu, sejumlah tokoh Kerinci memilih kembali bertarung di Pemilihan Legislatif (Pileg) 2019 mendatang.

Informasi yang berhasil dihimpun metrojambi.com, adapun tokoh Kerinci yang gagal maju di Pilkada dan memilih maju di Pileg yakni Tafyani Kasim, Candra Purnama, dan Padli Sudria.

Tafyani Kasim akan maju di Pileg untuk Dewan Perwakilan Rakyat Republik Indonesia (DPR - RI)  dengan menggunakan Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (PDIP). Candra Purnama akan maju DPRD Provinsi Jambi menggunakan Partai Berkarya dimana sebelumnya Candra merupakan kader PDIP di Provinsi Jambi. Sedangkan Padli Sudria akan maju di Pileg menggunakan Partai Amanat Nasional (PAN) untuk DPRD Provinsi Jambi.

Tafyani Kasim dikonfirmasi membenarkan bahwa dirinya maju di Pileg untuk DPR RI mengunakan perahu PDIP. "Iya saya maju di DPR RI, belum lama ini PDIP sudah mendaftar ke KPU," ujarnya, Senin (23/7).

Dikatakannya lagi, saat ini dirinya sedang berkonsolidasi dengan tim yang lama. "Kita masih konsolidasi dengan tim lama," kata Tafyani.

Fadli Sudria dikonfirmasi mengatakan bakal nyaleg untuk legislatif. Namun saat ini baru tahap pendaftaran di PAN untuk Provinsi Jambi.

"Untuk kejelasan menunggu pemberitahuan pengganti DCS 1-3 September 2018," jelasnya.

Ia juga berharap restu dan dukungan dari masyarakat Kerinci, saat ini dirinya sedang koordinasi dengan tim lama. "Saatnya anak muda Kerinci kiprah di provinsi Jambi. Selain itu ia juga mohon doa restu dan dukungan," ucapnya.

Sementara itu, Candra Purnama saat dikonfirmasi juga membenarkan dirinya juga akan ikut bertarung di Pileg 2019. Dikatakan Candra, ia mencaleg lewat Partai Berkarya, bukan PDIP tempat sebelumnya ia bernaung.

"Iya, Insya Allah saya akan maju untuk (DPRD, red) provinsi melalui Partai Berkarya," ujarnya singkat.


Penulis: Dedi
Editor: Ikbal Ferdiyal



comments