Minggu, 15 Desember 2019

DPD REI Jambi Siapkan 10 Ribu Rumah Subsidi


Selasa, 24 Juli 2018 | 11:40:10 WIB


ilustrasi
ilustrasi / istimewa

JAMBI - Trend penjualan rumah subsidi, saat ini mengalami peningkatan sebesar 15 persen dari tahun sebelumnya. Karena itu, Dewan Pengurus Daerah Real Estate Indonesia (DPD REI) Jambi, telah mempersiapkan kavling untuk 10 ribu rumah subsidi.

Ketua DPD REI Jambi Ramond Fauzan mengatakan, dari perkembangan pasar dan perekonomian, DPD REI Jambi optimis sektor perumahan masih bisa tumbuh berkisar diangka antara 15 hingga 20 persen.

"Trend penjualan naik 15 persen dari tahun lalu. Untuk mensiasatinya, kita siapkan kavling untuk 10 ribu rumah ," ujarnya, Minggu (22/7).

Menurutnya, segmen pasar rumah subsidi diproyeksikan masih akan mendominasi pertumbuhan di bisnis perumahan yang ada di Jambi. Untuk segmen tersebut, masyarakat telah diberikan banyak kemudahan.

Satu diantaranya yaitu calon konsumen diberikan pembayaran down payment (uang muka) yang relatif rendah yakni, 5 hingga 10 persen.

Pemerintah telah meluncurkan Program Sejuta Rumah sejak tahun 2015. Program ini dicanangkan untuk mengatasi kekurangan kebutuhan (backlog) perumahan di Indonesia.

"Masyarakat bisa memanfaatkan tahun ini untuk mengambil perumahan, karena paket rumah subsidi melalui kebijakan sejuta rumah akan berakhir di tahun 2018 ini," beber Ramond.

Ia menganjurkan bagi masyarakat yang belum memiliki rumah hunian, agar segera memulai mengajukan kredit pemilikan rumah (KPR) subsidi.

Ramond menyebutkan, saat ini perumahan subsidi, jauh lebih baik dari tahun-tahun sebelumnya dengan peningkatan kualitas, baik dari bangunan, plafon, keramik dan model rumah yang lebih menarik lagi, sehingga tidak kalah saing dengan perumahan komersil.

"Sektor perumahan ini menjadi kebutuhan pokok, apalagi perumahan subsidi dengan perkembangan perekonomian yang baik, maka kami optimis sektor perumahan terus mengalami hal positif," katanya.

Pada tahun ini, bisnis sektor property atau perumahan di Provinsi Jambi diproyeksikan dapat tumbuh sebesar 20 persen.

Proyeksi pertumbuhan bisnis perumahan masih realistis, karena saat ini hunian rumah telah menjadi kebutuhan yang paling pokok untuk dipenuhi masyarakat.


Penulis: Rina
Editor: Ikbal Ferdiyal



comments