Sabtu, 19 Oktober 2019

Pangeran H Umar, Sang Macan Gerilya Jambi


Sabtu, 28 Juli 2018 | 11:36:32 WIB


Peperangan di Kerinci (ilustrasi)
Peperangan di Kerinci (ilustrasi) / istimewa

Penulis: M. Ali Surakhman

PANGERAN
H. Umar dikenal sebagai sosok pejuang yang gigih dan pantang menyerah. Karena terdesak oleh Belanda, Pangeran H. Umar mundur ke Tanah Tumbuh dan melanjutkan perjalanan ke daerah Pungut, Kerinci.

Bersama Pangeran Mudo dan beberapa hulubalang dan sejumlah pemuda dari Siulak, Kerinci, disatukan untuk menghadapi serangan dan mengusir serdadu Belanda dari Alam Kerinci.

Pangeran H. Umar dan  Pangeran Mudo melakukan taktik perang gerilya pada malam hari. Di daerah Siulak, pasukan gerilya ini berhasil mencegat dan menewaskan 9 orang serdadu Belanda. Keberanian Pangeran H. Umar dan pejuang-pejuang yang dipimpinnya mengundang simpatik dari para pejuang pejuang Kerinci lainnya, dan para pejuang pejuang itu bergabung untuk menambah kekuatan pejuang ini.

Di lain pihak, penjajah Belanda merasa cemas dan gerah melihat sepak terjang dan perlawanan yang dilakukan kelompok pejuang Pangeran H. Umar dan Pangeran Mudo. Dengan taktik licik, Belanda berkali kali berusaha untuk menangkap Pangeran H. Umar dan Pangeran Mudo.

Namun niat busuk Belanda tidak dapat terwujud. Akhirnya Belanda mengeluarkan sebuah keputusan yang intinya melarang rakyat untuk membantu perjuangan Pangeran H. Umar. Bahkan Belanda memberi hukuman kepada rakyat. Jika di dusun mereka terjadi perlawanan yang dilakukan Pangeran H. Umar, maka Belanda akan menghukum rakyat tersebut dengan menjatuhkan denda yang sangat memberatkan rakyat.


Penulis: M Ali Surakhman
Editor: Ikbal Ferdiyal



comments