Sabtu, 28 November 2020

Pangeran H Umar, Sang Macan Gerilya Jambi


Sabtu, 28 Juli 2018 | 11:36:32 WIB


Peperangan di Kerinci (ilustrasi)
Peperangan di Kerinci (ilustrasi) / istimewa


Ada beberapa dusun yang dijadikan basis perlawanan pasukan Pangeran H. Umar. Seperti Dusun Siulak Kecil, pernah membayar denda kepada Belanda berupa 11 ekor kerbau. Di Siulak Mukai, didenda 11 ekor kerbau. Di Semurup F.1.200, Dusun Sungai Abu F.15.000, Dusun Jujun F.1.200, dan sejumlah dusun lainnya.

Besarnya denda tergantung dengan kerugian yang diderita Belanda saat melakukan peperangan dengan para pejuang kelompok Pangeran H. Umar.

Menurut Sabarudin Akhmad, salah satu keturunan Pangeran H.Umar , cerita yang diperoleh dari keluarga yang dituturkan secara turun temurun, pada waktu bersamaan sesungguhnya pribadi Pangeran Haji Umar dan Pangeran Seman sendiri masa itu mendapat tekanan batin yang amat berat.

Isteri dan anak-anak Pangeran Haji Umar di Pangkalan Jambu, Merangin, telah ditangkap Pasukan Marsose Belanda yang kala itu dipimpin Kapiten Kemas Ngebi Yudo Kadir serta diasingkan ke Muara Kumpeh sebagai tawanan perang.

Belanda memerintahkan Pangeran Haji Umar dan Pangeran Seman menghentikan serangan dan perlawanan di Alam Kerinci. Jika tidak patuh dengan perintah tersebut, isteri dan anak-anaknya akan dibantai satu persatu sampai Pangeran Haji Umar dan Pangeran Seman menyerahkan diri.

Penulis: M Ali Surakhman
Editor: Ikbal Ferdiyal



comments