Rabu, 29 September 2021

Pangeran H Umar, Sang Macan Gerilya Jambi

Sabtu, 28 Juli 2018 | 11:36:32 WIB


Peperangan di Kerinci (ilustrasi)
Peperangan di Kerinci (ilustrasi) / istimewa


Setelah menerima utusan hulubalang yang menyampaikan pesan tokoh-tokoh masyarakat, maka Pangeran H. Umar dengan berat hati bersedia menghentikan perlawanannya dan selanjutnya menghindar dari Alam Kerinci untuk melanjutkan perjuangan.

Di lain pihak, sebagian besar daerah Jambi saat itu telah diduduki dan dikuasai Belanda. Sedangkan Pangeran H. Umar bersikukuh tetap melanjutkan perjuangan dan tidak mau menyerah kepada Belanda.

Dalam kondisi batin terpukul dengan beban yang sangat berat, keadaan tersebut semakin diperberat karena saat melakukan pertempuran dengan Belanda di Pungut, seorang putrinya ikut gugur dalam medan pertempuran.  

Syahidnya Sang Macan Gerilya

Akhirnya secara diam-diam Pangeran H. Umar dan Pangeran Mudo bersama sisa pasukannya melakukan gerakan mundur dari Alam Kerinci melalui Sanggaran Agung terus ke Cermin Kaca turun ke Bangko. Berbulan-bulan keluar masuk hutan belantara menelusuri kaki bukit Punggung Parang menuju Pemunyian.

Dengan mundurnya Pangeran Haji Umar dan Pangeran Mudo serta pasukannya, maka praktis tidak lagi terdengar perlawanan dan pertempuran di Alam Kerinci, Belandapun dengan leluasa menguasai Alam Kerinci dengan aturan yang kemudian dirasa sangat mencekik rakyat.

Penulis: M Ali Surakhman
Editor: Ikbal Ferdiyal



comments