Sabtu, 28 November 2020

Pangeran H Umar, Sang Macan Gerilya Jambi


Sabtu, 28 Juli 2018 | 11:36:32 WIB


Peperangan di Kerinci (ilustrasi)
Peperangan di Kerinci (ilustrasi) / istimewa


Dalam pada itu  Pangeran Haji Umar dan Pangeran Mudo setelah bergabung kembali bersama Pangeran Diponegoro dan Ratumas Sina di Pemunyian menyusun kekuatan baru. Namun dalam masyarakat Kerinci disepakati oleh semua pihak para ulama, tokoh adat dan hulubalang disebar berita bahwa Pangeran Haji Umar dan Pangeran Mudo telah melarikan diri ke Malaysia.

Pada usia yang makin renta 87 tahun, kekuatan pasukan kembali coba dibangun dan dibesarkan kembali di Pemunyian, namun usaha tersebut tercium oleh antek-antek Belanda. April 1907. Disanalah Pangeran Haji Umar Puspowijoyo, Pangeran Seman Jayanegara, Pangeran Diponegoro terkepung hebat dalam pertempuran yang tidak seimbang.

Pangeran Haji Umar Puspowijoyo, Pangeran Seman Jayanegara, Pangeran Diponegoro akhirnya tewas meregang nyawa, gugur sebagai syuhada ditembus oleh peluru senapan yang dipegang dan diletuskan oleh Belanda asli dan Belando hitam.

Di lokasi pertempuran Pemunyian keesokan harinya ditemukan oleh penghulu Muaro Bungo (Sutan Gandam) seorang wanita dalam keadaan terluka parah  diantara mayat yang bergelimpangan. Wanita tersebut adalah Ratumas Sina, kemudian ditangkap Belanda dan setelah sembuh dari luka parahnya dibuang ke Lumajang Jawa Barat.

Sumber :

-          Perjuangan Rakyat Kerinci, Dpt. Alimin

-          Dialog sejarah yang diselenggarakan oleh Museum Perjuangan Rakyat Jambi pada 12 Juli 2012

-          Sabaruddin Akhmad, Srikandi dan Wira KadipanDalam Perlawanan Terhadap Penjajahan Belanda (www.sabarudin6kadipan.blogspot.com/2014/11/srikandi-dan-wira-kadipan-dalam.html)


Penulis: M Ali Surakhman
Editor: Ikbal Ferdiyal



comments