Senin, 23 November 2020

Ratumas Sina, Srikandi Jambi yang Terlupakan


Minggu, 29 Juli 2018 | 10:31:57 WIB


Ilustrasi
Ilustrasi / Istimewa

Berbulan-bulan dalam kesendirian di kebun tidak membuatnya putus asa. Ratumas Sina telah tertempah dengan baik oleh pengalaman selama 7 tahun dalam perjuangan bersama Pangeran Haji Umar, Pangeran Seman, Pangeran Diponegoro dan pasukan.

Perutnya terbiasa diisi dengan makan pucuk-pucuk kayu-kayuan, buah-buahan hutan dan umbi-umbian liar yang boleh dimakan dan banyak dijumpai dalam hutan belantara. Hidupnya terbiasa dalam belantar hutan.

Di suatu hari ketika menjelang waktu dzuhur, ketika Ratumas Sina menumbuk cabai dengan sebatang kayu untuk membuat sambal di atas sebuah batang kayu besar yang telah roboh, ia pandangi langit.

Didapatinya suatu keanehan pada langit. Pada langit terbentuk sebuah lobang besar yang memancarkan sinar yang tidak pernah ia lihat sebelumnya. Hatinya membatin. Mungkin inilah pintu langit yang terbuka itu.

Sejak itulah secara perlahan rezekinya diperoleh secara perlahan. Kebun yang dibangun menjadi dan apapun yang diusahakan memberikan hasil yang diluar dugaan banyaknya.

Kekayaan dan harta dunia miliknya mulai berlimpah. Satu persatu orang-orang yang membenci dan membuangnya mulai merapat, seiring waktu jadilah Ratumas Sina sebagai salah seorang yang terkaya di Muaro Bungo.  Srikandi itu telah kembali kehadirat Allah SWT di usia 80 tahun.

 

Sumber :

-          Perjuangan Rakyat Kerinci, Dpt. Alimin

-          Dialog sejarah yang diselenggarakan oleh Museum Perjuangan Rakyat Jambi pada 12 Juli 2012

-          Sabaruddin Akhmad, Srikandi dan Wira KadipanDalam Perlawanan Terhadap Penjajahan Belanda (www.sabarudin6kadipan.blogspot.com/2014/11/srikandi-dan-wira-kadipan-dalam.html)


Penulis: M. Ali Surakhman
Editor: Ikbal Ferdiyal



comments