Senin, 26 September 2022

Disdik Buka Kelas Filial, MKKS Nilai Tujuan Zonasi Tidak Tercapai

Rabu, 01 Agustus 2018 | 14:35:54 WIB


Ilustrasi
Ilustrasi / dok/metrojambi

JAMBI – Ketua Musyawarah Kerja Kepala Sekolah (MKKS) Provinsi Jambi Jaya Kusumantri kembali mengkritik pembukaan kelas filial di sejumlah SMA negeri di Kota Jambi oleh Dinas Pendidikan (Disdik) Provinsi Jambi.

Kali ini, Jaya menyebut tujuan zonasi yang disepakati sesuai Permen No 14 tahun 2018 dan Pergub No 603 tahun 2018 tentang penentuan zonasi Penerimaan Peserta Didik Baru (PPDB) tidak tercapai dengan adanya kelas filial tersebut.

Dikatakan Jaya, lewat PPDB telah ditentukan jumlah siswa yang diterima berdasarkan zonasi, prestasi, dan siswa tidak mampu. Kemudian sekolah menerima berdasarkan kapasitas dan kebutuhan, serta ketersediaan fasilitas, sarana, dan prasarana sekolah.

"Tapi nyatanya di lapangan sekolah menambah. Bahkan menambah 100 persen dari data di Pergub," kata Jaya, Rabu (1/8).

Jaya menambahkan, penambahan jumlah siswa dilakukan tanpa kesepakatan bersama. Artinya, kata Jaya, komunikasi atau koordinasi antara Dinas Pendidikan dan sekolah negeri yang membuka kelas filial telah melanggar Permen dan Pergub PPDB.

"Kalau memang mau menambah siswa, dikatakan dari awal. 13 SMA dan SMK negeri terima 12 rombel (rombongan belajar)," tuturnya.

Dikatakannya lagi, kelas filial juga tidak sesuai zonasi yang dibuka pada penerimaan PPDB. "PPDB SMA 3 berada di Kelurahan Jelutung, sementara SMA Unggul Ikabama di Kelurahan Selamat," bebernya.

Seharusnya, lanjut Jaya, kelas filial dibuka dalam zonasi yang sama atau berdekatan dari sekolah sekitar. Ia mencontohkan, SMA 1 membuka kelas filial di SMA Unggul Ikabama.

“Perubahan zonasi seharusnya dibahas bersama dengan melibatkan MKKS. Bukan diam-diam seperti ini,” pungkasnya.


Penulis: Jainal Abidin
Editor: Ikbal Ferdiyal



comments