Kamis, 3 Desember 2020

Pemuda Nippon Raya, Cikal Bakal Prajurit Berani Mati Kerinci (1)


Sabtu, 04 Agustus 2018 | 10:33:50 WIB


/ istimewa/Nippon culture library


Di Padang juga terdapat pemuda-pemuda dari Sumatera Barat seperti Dahlan Jambek, Dahlan Ibrahim, Ahmad Husen, Syarif Usman, Ismael Lengah dan lain-lain. Setelah selesai latihan, kedua pemuda asal Kerinci tersebut dilantik menjadi perwira dan bintara, A. Thalib dilantik sebagai perwira Syui (Letnan II) sedang A. Karim dilantik sebagai bintara (Sersan).

Mereka ditempatkan di daerah Pesisir Selatan (Painan) dan diharuskan pula melatih calon-calon Bintara lainnya. Dari daerah Kerinci yang ikut dilatih itu terdapat antara lain Alamsyah, Muradi, Hasyimi, Merah Karma, Bakhtarudin, Mansyur Sami dan lain-lain.

Seperti diketahui tentara Jepang memasuki daerah Kerinci dari Padang tanggal 17 Maret 1942, yang datang itu pada mulanya hanya 5 orang saja dan menginap di Pesanggrahan Sungai Penuh. Sambutan rakyat atas pembentukan Gyu-Gun cukup baik, terbukti di seluruh Sumatera Tengah yang terdiri dari daerah Kerisedenan Sumatera Barat, Jambi, Riau telah terdaftar sejumlah 44.000 pemuda yang mengikutinya.

Pusat Gyu-gun di Sumatera Barat adalah kota Padang di bawah pengawasan Mayor Akiyama. Sedangkan penyantun diketuai oleh Khatib Sulaiman dalam organisasi Gyu-Gun Ko En Kai bersama Yahya Jalil selaku penghubung.

A Thalib sebagai seorang perwira Gyu-Gun mempunyai kelebihan dari rekan-rekannya. Karena sikapnya yang tegas percaya diri, kemampuan intelegensi dan idealisme nasionalnya, ia disayangi oleh atasan dan akhirnya dipromosi menjadi Tyui (Letnan I) Gyu-Gun.

Pernah suatu hari A. Thalib Tyui dengan beberapa orang anggota Gyu-Gun lainnya ditugaskan oleh atasannya melewati jalan hutan belantara dari Kambang ke daerah Kerinci. Mereka diperintah oleh komandan tentara Jepang mencari jalan rintisan ke daerah Kerinci, tetapi kemudian tersesat dalam hutan selama 15 hari.

Oleh atasannya dikerahkanlah sepasukan Jepang dan Gyu-Gun untuk mencarinya. Ternyata A. Thalib dan rombongannya sesat di kawasan hutan Kerinci utara. Menurut keterangan Ali Nanti (anggota veteran kecamatan Gunung Kerinci) dari Desa Simpang Tutup, mereka berjumlah 3 orang diperintah oleh komandan pasukan Jepang di Sungai Penuh untuk mencari rombongan A. Thalib Tyui di hutan antara Gunung Kerinci dengan Indrapura.

Rombongan tersebut selain dari Ali Nanti terdapat juga temannya Idris dan Nyato Alam yang berangkat dari Simpang Tutup. Di rimba Indrapura dari hilir Batu Anggit dan Mudik Lubuk Pandan Dewa, mereka menemui rombongan A. Thalib Tyui dengan 7 orang lainnya kebetulan sedang tidur pada jam 16.00 WSu.

Rombongan yang tersesat itu berangkat dari Ulu Kambang (Pesisir Selatan),  selain A. Thalib Tyui adalah Marjad, Mat Kelut dan Timbang Rapat semuanya anggota Gyugun dari Inderapura.

Penulis: Ali Surakhman
Editor: Ikbal Ferdiyal/Herri Novealdi
Sumber: - Perjuangan Rakyat Kerinci, Alimin Dpt - Arsip Nasional Korp Veteran RI


comments