Senin, 23 November 2020

Pemuda Nippon Raya, Cikal Bakal Prajurit Berani Mati Kerinci (2)


Sabtu, 04 Agustus 2018 | 10:48:42 WIB


/ istimewa/Nippon culture library


Keadaan sosial ekonomi rakyat Kerinci mulai dikuasai, termasuk pembatasan hak terhadap menjalankan syariat Islam serta penindasan terhadap ekonomi rakyat. Rasa takut yang sangat terhadap Kempetai Jepang, terkenal dengan sebutan MP Jepang melumpuhkan semangat dan mentalitas rakyat Kerinci.

Pada masa itu golongan ulama diam seribu bahasa dan golongan adat diberikan kedudukan memimpin Cikidang. Rakyat di dusun-dusun dibujuk dengan distribusi sandang dan dibangkitkan semangat kerja di perkebunan Kinrohosikai.

Pemuda-pemuda dilatih di dalam Seinendan dan kaum ibu disatukan di dalam Tubuh Kaum Ibu (TKI) yang dipimpin oleh Zainab Tazar dan Nursiah Isrin. Di bawah Pemerintahan Militer Jepang keadaan pendidikan di Kerinci hanya bertujuan untuk mendidik pemuda kader Jepang.

Murid sekolah diberi semangat bekerja untuk Asia Timur Raya. Lagu-lagu semangat Jepang menempati mata pelajaran paling atas. Sekolah tertinggi pada masa itu yaitu Kokoming Gakko, kemudian disebut juga Sekolah Sambungan Nippon Indonesia (SESNI).

Penulis: Ali Surakhman
Editor: Ikbal Ferdiyal/Herri Novealdi
Sumber: - Perjuangan Rakyat Kerinci, Alimin Dpt - Arsip Nasional Korp Veteran RI


comments