Sabtu, 28 November 2020

Pemuda Nippon Raya, Cikal Bakal Prajurit Berani Mati Kerinci (2)


Sabtu, 04 Agustus 2018 | 10:48:42 WIB


/ istimewa/Nippon culture library


Bagi Mendapo, Kepala Dusun dan Ninik Mamak bukan tidak mungkin memiliki semangat anti Jepang, tetapi karena tindakan keras Jepang dengan hukum militer menyebabkan mereka tidak bisa berkutik sedikitpun.

Di bawah pemerintahan militer yang keras rakyat Kerinci dibawa Jepang kepada satu tujuan, yaitu untuk memenangkan perangnya melawan pasukan sekutu. Di bawah penindasan pemerintahan militer Jepang, rakyat Kerinci sangat menderita dan perekonomiannya hancur luluh.

Banyak rakyat yang kurus kering, mati kelaparan dan berpakaian hanya kulit kayu yang disebut terok dan goni halus yang sangat laku dipasaran waktu itu, untuk memperoleh kain belacu putih dan hitam, maka rakyat Kerinci harus berjalan kaki ke Tanah Tumbuh (Kabupaten Bungo) berbulan-bulan lamanya meninggalkan anak dan istri dengan membawa beras 1 atau 2 kaleng perorang, diangkut dengan alat pikul yang disebut pating.

Beras tersebut ditukar dengan kain belacu dan lain-lain untuk dibawa kembali ke Kerinci. Banyak diantara mereka yang meninggal dalam perjalanan dengan medan yang berat, cuma hanya untuk sepotong kain.

Padi rakyat diambil Jepang di tengah sawah atau dipaksa dikeluarkan dari lumbung untuk makanan serdadu Jepang. Dengan adanya perampasan itu maka rakyat Kerinci kekurangan beras. Kehidupan amat menyedihkan dan rakyat sangat menderita, namun mereka tetap dininabobokkan dengan semangat bekerja dan janji kemerdekaan. Kemerdekaan itulah yang diharapkan oleh rakyat, bebas dari belenggu penindasan dan penjajahan. Keadaan kehidupan sosial demikian, mendorong pemuda-pemuda Kerinci untuk memasuki Gyu-Gun dan Heiho.

Mereka yang terpelajar dan cakap tahu bahwa dengan pengetahuan militer yang mereka peroleh akan menjadi modal merebut kemerdekaan. Semangat nasionalis dan perasaan tanggung jawab terhadap bangsa dan negara telah menyebabkan para pemuda bersedia dilatih oleh Jepang. Mereka sadar dan yakin bahwa mereka memperoleh pengetahuan militer, kelak akan dipergunakan untuk merebut kemerdekaan. Kepada mereka selalu dijelaskan janji Jepang akan memberi kemerdekaan kepada Indonesia, tetap akan dilaksanakan bila tiba masanya. Merekalah yang akhirnya selalu disebut dan diberi nama Tentara Pembela Tanah Air, sehingga kepada mereka diajarkan disiplin yang keras. Dilatih keberanian berperang dan tahan menderita.

Penulis: Ali Surakhman
Editor: Ikbal Ferdiyal/Herri Novealdi
Sumber: - Perjuangan Rakyat Kerinci, Alimin Dpt - Arsip Nasional Korp Veteran RI


comments