Kamis, 16 Agustus 2018

Dua Kabupaten di Jambi Tunda Pemberian Vaksin MR


Rabu, 08 Agustus 2018 | 14:32:40 WIB


ilustrasi
ilustrasi / istimewa

JAMBI - Kontroversi kehalalan vaksin Measles (campak) and Rubella (MR) masih belum menemui titik terang. Pasca dinyatakan Majelis Ulama Indonesia (MUI) vaksin itu belum berlabel halal, banyak sekolah dan daerah yang menolak melakukan program tersebut. Bahkan, tak sedikit pula orangtua yang khawatir untuk membawa anaknya divaksin MR itu.

Di Jambi, tercatat dua daerah memilih menyatakan menunda pemberian vaksin tersebut di sekolah-sekolah. Dua kabupaten itu yakni Tanjung Jabung Timur (Tanjabtim) dan Batanghari. Penundaan bahkan dilakukan sampai waktu yang belum ditentukan.

Kepala Dinas Kesehatan Provinsi Jambi Samsiran Halim saat dikonfirmasi membenarkan hal tersebut. Meskipun, kata dia, vaksinasi MR ini sebenarnya sudah dicanangkan secara nasional pada 1 Agustus 2018 lalu.

Baca Juga: Sejumlah Murid SD 47 Kota Jambi Enggan Disuntik Imunisasi MR

Namun karena ada kontroversi mengenai kehalalan vaksin tersebut, maka memang ada daerah yang menunda. "Jumat kemarin ada pertemuan Menkes dengan MUI, namun saat ini kami belum menerima hasil atau kesimpulan dari pertemuan itu," kata Samsiran, Selasa (7/8).

Menurutnya dia, sebenarnya vaksinasi tersebut berguna untuk pencegahan campak dan rubella. Selama ini, pemberian vaksin kepada anak-anak sekolah tidak mengalami persoalan dan tentangan dari MUI. Baru tahun ini saja ada pertanyaan kehalalan vaksin itu. "Kalau dulu kan campak saja, yang sekarang ditambah rubella," katanya.

Bahkan kata dia, vaksinasi rubella ini, sangat penting diberikan. Karena komplikasi penyakit yang bisa ditimbulkan oleh rubella ini sangat berbahaya. Rubella merupakan penyakit yang disebabkan virus, dengan gejala yang hampir sama dengan campak. Yang paling berbahaya, jika ibu hamil terkena rubella, maka anak dalam kandungan terancam akan terkena Montreal Rubella Syndrom.

Penyakit ini akan menyebabkan komplikasi penyakit yang berbahaya seperti makro sefalus. "Kalau sudah terkena Montreal Rubella Syndrom, biaya pengobatan akan sangat besar. Karena paling tidak, pasien harus berobat di sejumlah poliklinik berbeda lantaran komplikasi penyakit," ujarnya.

Vaksinasi ini ditujukan bagi anak-anak usia sembilan bulan hingga 15 tahun. Karena anak-anak rentan terserang virus ini. Anak-anak ini akan menjadi sumber penularan penyakit, termasuk kepada orang dewasa seperti ibu hamil.

"Karena sekarang ada yang meminta agar ditunda, ya tidak masalah. Tapi bagi yang masih mau melaksanakan vaksinasi, akan diberikan," katanya.

Di Jambi sendiri, menurut Samsiran sudah ada uji sampel rubella. Dari 50-an sampel yang diperiksa, 40 persen dinyatakan rubella. Montreal Rubella Syndrom merupakan penyakit yang tidak ada obatnya. Namun, pemerintah mengupayakan agar tidak terjadi komplikasi penyakit.

Di Jambi, telah dikirimkan vaksin MR ini untuk 900 ribu lebih anak. Vaksinasi sudah mulai dilaksanakan di sekolah-sekolah sejak 1 Agustus lalu. Vaksin tersebut disediakan oleh Kemenkes RI, yang dibeli dari India.


Penulis: Sharly Apriyanti
Editor: Ikbal Ferdiyal



comments