Rabu, 26 Juni 2019

Tergiur Penggandaan Uang, Perempuan Muda Jadi Korban Dukun Cabul


Kamis, 09 Agustus 2018 | 10:58:47 WIB


Pelaku yang berhasil diamankan
Pelaku yang berhasil diamankan / Istimewa

JAMBI – Seorang perempuan muda berinisial RY (20), warga Paal Merah, Kota Jambi, menjadi korban perbuatan tidak senonoh dari seorang dukun berinisial BH alias Pak De Jenggot (38).

Aksi tak senonoh terhadap RY ini dilakukan saat BH melakukan ritual penggandaan uang. Tidak terima dengan perbuatan BH, korban lantas melapor ke Polda Jambi.

Berkat laporan itu, BH pun akhirnya berhasil ditangkap. Warga Desa Rawa Pudak, Kecamatan Kumpeh Ulu, Kabupaten Muarojambi itu ditangkap oleh anggota Subdit IV Renakta Direktorat Reserse Kriminal Umum (Ditreskrimum) Polda Jambi.

Direktur Reskrimum Polda Jambi, Kombes Pol Benedictus Anies Purnawan mengatakan, RY menjadi korban perbuatan tidak senonoh BH pada 17 Juni 2018 lalu di Perum Griya Indah, Kelurahan Sungai Gelam, Kecamatan Kumpeh Ulu, Kabupaten Muarojambi.

Saat itu, kata Anies, korban dan pelaku datang ke lokasi kejadian untuk melakukan ritual penggandaan uang. Awalnya, pelaku meminta korban masuk ke dalam kamar agar mengganti pakaian dengan menggunakan baju gamis. Selain itu, pelaku juga meminta korban membuka jilbab.

Selanjutnya, kata Anies, pelaku meminta saksi MS yang juga ada di lokasi kejadian untuk membeli kemenyan dan minuman beralkohol merk Asoka. Oleh pelaku, korban diminta untuk meminum minuman beralkohol tersebut.

Ditambahkan Anies, saat korban dalam pengaruh alkohol, pelaku mulai menjalankan ritual. Saat ritual berlangsung pelaku menggerayangi tubuh korban yang masih dalam pengaruh alkohol.

Belakangan, lanjut Anies, korban membuat laporan ke polisi karena telah ditipu oleh pelaku. Selain itu, korban juga tidak terima karena menjadi sasaran perbuatan tidak senonoh yang dilakukan pelaku.

“Uang tidak bisa digandakan, malah dapat perlakukan tidak senonoh. Itulah yang membuat korban membuat laporan ke kita,” kata Anies kepada wartawan di Mapolda Jambi, Rabu (8/8).

Dikatakannya lagi, dari hasil pemeriksaan diduga sudah belasan orang yang menjadi korban BH. Disebutkan Anies, korban rata-rata berusia 20-27 tahun dan kebanyakan merupakan orang Jambi. “Korban ada yang merupakan ibu rumah tangga dan ada juga yang belum berkeluarga,” ujar Anies.

Ia juga menegaskan jika BH yang diketahui sudah berkeluarga, bukan merupakan seorang dukun. “Dia bukan dukun. (Sebutan dukun, red) itu buat menipu saja,” tegas Anies.

Lebih lanjut Anies mengatakan, para korban kenal dengan pelaku dari mulut ke mulut. Namun sejauh ini, kata Anies, dari belasan orang yang diduga telah menjadi korban, baru sekitar empat orang yang telah membuat laporan.

“Untuk pelaku saat ini masih kita periksa. Dia kita jerat dengan pasal 290 KUHP dengan ancaman hukuman paling lama 7 tahun penjara,” pungkasnya.


Penulis: Ikbal Ferdiyal
Editor: Ikbal Ferdiyal



comments